PII Garut Buka Suara Kasus Perundungan Maut Tewaskan Pelajar SMAN 6

- Penulis

Kamis, 17 Juli 2025 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PD PII Garut, Farell Syauqie Juliansyah. | Foto: istimewa.

Ketua Umum PD PII Garut, Farell Syauqie Juliansyah. | Foto: istimewa.

GARUT, PUSATBERITA 17 Juli 2025 – Peristiwa tragis yang menimpa seorang pelajar SMAN 6 Garut, yang diduga mengakhiri hidupnya akibat perundungan, mendapat perhatian serius dari Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Kabupaten Garut. Organisasi ini menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban dan menilai kasus tersebut sebagai cermin buruknya kondisi sosial di lingkungan pendidikan saat ini.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media nasional dan lokal, kronologi peristiwa masih menyisakan perbedaan versi dari berbagai sumber. Namun, terdapat indikasi kuat bahwa korban mengalami tekanan psikologis akibat perundungan yang tidak tertangani dengan serius.

“Dalam dunia pendidikan, tak seharusnya ada ketakutan untuk menjadi diri sendiri. Jika ada satu pelajar yang harus kehilangan nyawa karena lingkungan yang tidak adil, maka kita semua telah gagal melindungi masa depan bangsa,” ujar Rexa Sinathrya Juliansyah, Kepala Staff Diklat Koordinator Daerah PII Garut.

Ketua Umum PD PII Garut, Farell Syauqie Juliansyah, juga menegaskan perlunya langkah tegas dari lembaga terkait.

“Hal ini harus segera dituntaskan oleh lembaga-lembaga yang bertanggung jawab, khususnya pihak sekolah. Kami kecewa atas kelalaian yang terjadi dan menolak segala bentuk perundungan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga :  BPBD Ajak Masyarakat Perkuat Mitigasi Bencana di Musim Hujan

PII Garut menyesalkan upaya mediasi yang hanya berfokus pada penyelesaian administratif tanpa memberikan rasa keadilan bagi korban. Menurut mereka, mediasi tidak akan pernah cukup dalam kasus yang menyangkut nyawa dan trauma mendalam.

Organisasi ini menegaskan sejumlah langkah penting yang harus dilakukan:

Penanganan serius oleh pihak sekolah dengan melibatkan profesional (psikolog, KPAI, Psikososial, dll.).

Transparansi dari aparat penegak hukum dan Dinas Pendidikan terkait kronologi dan penyelidikan kasus.

Pembentukan Satgas Anti-Perundungan yang melibatkan pelajar secara aktif.

Advokasi serta pendampingan hukum bagi keluarga korban jika diperlukan.

“Pendidikan harus menjadi ruang aman yang melahirkan insan cerdas sekaligus berempati. Peristiwa ini harus menjadi titik balik agar tidak ada lagi korban,” tambah Rexa.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, PII Garut juga membuka kanal pelaporan untuk pelajar yang mengalami kekerasan dan mengajak semua pihak berkolaborasi menguatkan pendidikan karakter, etika bermedia sosial, serta budaya damai di lingkungan sekolah.

PII menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan terang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT
Basarnas Evakuasi Tiga Korban Tertimpa Reruntuhan Gempa NTT
Peringatan Tsunami Gempa M7,7 NTT Berakhir
Gempa M7,7 NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores
BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa M7,7 di NTT
Gempa M7,7 Guncang NTT, Getaran Terasa hingga Makassar
Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang, Samsuni Tegaskan Siap Jalankan Penugasan Partai
Enam Kader Golkar Berebut Kursi Ketua DPRD Kota Tangerang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:15 WIB

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Basarnas Evakuasi Tiga Korban Tertimpa Reruntuhan Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:01 WIB

Peringatan Tsunami Gempa M7,7 NTT Berakhir

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:38 WIB

Gempa M7,7 NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:10 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa M7,7 di NTT

Berita Terbaru

Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Basarnas)

Nusa Tenggara Timur

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:15 WIB

Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban dari bangunan yang roboh akibat guncangan gempa bumi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Kantor SAR Maumere)

Jakarta

Basarnas Evakuasi Tiga Korban Tertimpa Reruntuhan Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:11 WIB

Peta peringatan dini tsunami BMKG pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, Sabtu (15/8/2026). (Foto: BMKG NTT)

Daerah

Peringatan Tsunami Gempa M7,7 NTT Berakhir

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:01 WIB

Gempa M 7,0 di Laut NTT terasa kuat di Makassar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9.

Daerah

Gempa M7,7 NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

Sabtu, 15 Agu 2026 - 08:38 WIB

Gempa bumi M7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. (Foto: kiriman warga).

Daerah

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa M7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 06:10 WIB