‎Poros Baru Tangerang Serukan Mosi Tidak Percaya Terhadap APH

- Penulis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Poros Baru Tangerang bacakan Pernyataan Sikap lantangkan mosi tidak percaya terhadap APH (foto/istimewa)

Poros Baru Tangerang bacakan Pernyataan Sikap lantangkan mosi tidak percaya terhadap APH (foto/istimewa)

TANGERANG, PUSATBERITA – Poros Baru Tangerang menggelar aksi memperingati Hari Keadilan Internasional sebagai bentuk kontrol sosial terhadap berbagai persoalan penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan di Taman Gajah, Cikokol, Kota Tangerang, Jumat (17/7/2026).
‎
Aksi tersebut mengangkat empat isu utama, yakni mosi tidak percaya terhadap Aparat Penegak Hukum (APH), kesejahteraan guru, dugaan monopoli pengadaan sewa kendaraan dinas Pemerintah Kota Tangerang, serta reformasi Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang.
‎
‎Koordinator Aksi Poros Baru Tangerang, Riswandi Ab’ur, mengatakan mosi tidak percaya terhadap APH merupakan respons atas berbagai perkembangan yang dinilai memunculkan keraguan publik terhadap independensi penegakan hukum.
‎
“Negara hukum tidak boleh berhenti sebagai konsep dalam konstitusi. Penegakan hukum harus independen, profesional, dan bebas dari intervensi. Ketika kepercayaan publik menurun, negara wajib menjawabnya dengan transparansi dan akuntabilitas,” kata Riswandi.
‎
‎Ia menilai penghentian pengumpulan data terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Kejaksaan Agung di tengah penyelidikan dugaan penyimpangan program tersebut menjadi salah satu perkembangan yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada publik.
‎
‎Di tengah berlangsungnya aksi, situasi sempat memanas setelah seorang oknum anggota kepolisian, menurut keterangan Poros Baru Tangerang, menyampaikan akan melakukan penangkapan terhadap peserta aksi. Pernyataan tersebut memicu reaksi dari massa sehingga suasana sempat tidak kondusif.
‎
“Kami menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk ancaman dan upaya membatasi kebebasan warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang seharusnya dilindungi, bukan direspons dengan intimidasi,” ujar Riswandi.
‎
‎Setelah dilakukan komunikasi antara koordinator aksi dengan aparat di lokasi, situasi berangsur kondusif dan aksi kembali dilanjutkan hingga selesai secara damai.
‎
Selain isu penegakan hukum, Poros Baru Tangerang juga menyoroti kesejahteraan guru yang dinilai belum menjadi prioritas kebijakan, dugaan monopoli pengadaan sewa kendaraan dinas yang disebut mencapai sekitar Rp160 juta per unit per tahun, serta perlunya reformasi pelayanan publik di DPAD Kota Tangerang.

Baca Juga :  Sambut ‎HUT RI ke-81, DPAD Kota Tangerang Ajak Jurnalis Lomba Baca Puisi
Massa aksi layangkan poster hari keadilan internasional (foto/istimewa)

Humas Aksi Aditya Nugraha mengatakan penggunaan APBD harus lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.
‎
‎”Ketika kesejahteraan guru masih menjadi persoalan, dugaan monopoli pengadaan mencuat, dan pelayanan perpustakaan belum optimal, pemerintah perlu mengevaluasi kembali arah kebijakan anggarannya. Setiap rupiah APBD harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujar Aditya.
‎
‎Ia juga menyoroti anggaran DPAD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2026 sebesar sekitar Rp21,4 miliar, termasuk Rp826,77 juta untuk pengembangan dan pemeliharaan layanan perpustakaan elektronik.

Menurutnya, besarnya anggaran tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan serta keterbukaan informasi mengenai target, indikator keberhasilan, dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

‎Menurut Poros Baru Tangerang, Hari Keadilan Internasional tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa rakyat berhak mengawasi jalannya kekuasaan, mempertanyakan penggunaan uang publik, serta menuntut penegakan hukum yang adil, transparan, dan bebas dari intervensi.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai
Benyamin Patondok Motivasi Mahasiswa IAKN Toraja: Bangun Disiplin, Kemandirian, dan Masa Depan Gemilang
Malam Puncak PIKI Awards 2026: 8 Kategori Penerima Awards dan 2 Kategori Khusus
160 Anggota Linmas se-Karawaci Ikuti Pelatihan Baris-Berbaris
Berita ini 23 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 20:03 WIB

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi

Selasa, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar

Senin, 2 November 2026 - 18:08 WIB

Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai

Berita Terbaru