Prabowo Setujui Bentuk Komisi Reformasi Kepolisian

- Penulis

Jumat, 12 September 2025 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi/Cakra.News

JAKARTA, PUSATBERITA – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan tim atau komisi reformasi kepolisian. Persetujuan ini disampaikan saat Prabowo bertemu tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (11/9) 2025.

‎Pertemuan berlangsung sejak pukul 16.30 hingga 19.55 WIB dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Sinta Nuriyah Wahid, Lukman Hakim Saifuddin, Quraish Shihab, Frans Magnis Suseno, Omi Komaria Nurcholish Madjid, Komaruddin Hidayat, dan Laode Syarif.

‎Dalam pertemuan itu, GNB menekankan perlunya reformasi Polri untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

‎Pendeta Gomar Gultom, anggota GNB sekaligus Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) periode 2019–2024, menyampaikan bahwa Presiden menyambut baik usulan tersebut.

‎”Gerakan Nurani Bangsa menilai perlunya ada evaluasi dan reformasi kepolisian. Hal ini langsung disetujui oleh Bapak Presiden yang bahkan berencana segera membentuk komisi reformasi Polri. Tuntutan masyarakat yang besar ini akhirnya mendapat jawaban konkret,” jelas Gultom seusai pertemuan.

‎Menurut Gultom, Presiden Prabowo telah memiliki rancangan konsep Polri yang selaras dengan gagasan GNB.

‎“Bapak Presiden menyampaikan bahwa apa yang kami sampaikan justru sudah ada dalam konsep beliau. Jadi ini benar-benar sejalan antara aspirasi publik dan visi Presiden,” tambahnya.

Baca Juga :  Rayakan HUT RI, Bendera Merah Putih Raksasa Terbentang di Situ Gintung

‎Meski begitu, detail reformasi teknis mengenai pembentukan serta mekanisme kerja komisi Polri masih akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam waktu dekat.

‎Latar Belakang Reformasi Kepolisian

‎Dorongan reformasi kepolisian mencuat seiring meningkatnya kritik publik terhadap kinerja Polri. Data Komnas HAM 2022 menunjukkan, Polri menjadi institusi yang paling banyak diadukan, dengan 861 laporan dari total ribuan pengaduan pelanggaran HAM.

‎Sejumlah kasus besar juga menggerus kepercayaan masyarakat, mulai dari tragedi Kanjuruhan, kasus pembunuhan Brigadir J, hingga keterlibatan oknum polisi dalam peredaran narkoba. Laporan Amnesty International menyebut ratusan orang menjadi korban kekerasan aparat dalam periode tertentu, termasuk saat pengamanan demonstrasi.

‎Selain itu, mekanisme pengawasan internal dan eksternal dinilai lemah, sehingga menimbulkan kesan impunitas. Kritik juga diarahkan pada kewenangan Polri yang dianggap terlalu luas, sementara akuntabilitas dan transparansi belum optimal.

‎Survei terbaru bahkan menunjukkan mayoritas masyarakat mendukung reformasi total kepolisian, mencakup perbaikan profesionalitas, akuntabilitas, dan hubungan Polri dengan publik.

‎Dengan latar belakang tersebut, pembentukan tim reformasi kepolisian oleh Presiden Prabowo diharapkan dapat menjadi langkah konkret untuk memperbaiki institusi Polri sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu
BIN Waspadai Reformasi Jilid II, Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan
Pengamat: Tekanan Ekonomi Semakin Besar di Tengah Naiknya Harga BBM
Beroepaya Hadirkan Urban Bolang Vol. 6, Tebar Manfaat di Kasepuhan Cibedug
SEMMI Tangerang: Pergantian Kepala BGN Lebih Tepat Disebut Politik Promosi
‎Harga BBM Juni 2026: Pertamax Turbo Tembus Rp20.750 per Liter
LBH GP Ansor Pusat Desak Penahanan Tersangka Kasus Penganiayaan Banser Rida
‎BEM UIC Soroti Prabowo Pertahankan Listyo Sigit di Tengah Kritik Publik
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:27 WIB

Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:18 WIB

BIN Waspadai Reformasi Jilid II, Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:15 WIB

Pengamat: Tekanan Ekonomi Semakin Besar di Tengah Naiknya Harga BBM

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:30 WIB

Beroepaya Hadirkan Urban Bolang Vol. 6, Tebar Manfaat di Kasepuhan Cibedug

Selasa, 2 Juni 2026 - 23:56 WIB

SEMMI Tangerang: Pergantian Kepala BGN Lebih Tepat Disebut Politik Promosi

Berita Terbaru

Abdul Hakim, Direktur Center for Resistance and Liberation Studies STISNU Nusantara Kota Tangerang (foto/istimewa)

Opini

Budaya, Identitas, dan Aktivasi Ruang di Indarung

Senin, 22 Jun 2026 - 13:51 WIB