Ray Rangkuti: Pilkada Oleh DPRD Pertanda Reformasi Ke Orde Baru

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti (Foto/Istimewa).

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti (Foto/Istimewa).

‎JAKARTA, PUSATBERITA – Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti menolak wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebagai bentuk demokrasi perwakilan, di mana rakyat memilih wakilnya di DPRD, lalu DPRD-lah yang memilih kepala daerahnya.

‎Pengamat Politik tersebut menuturkan setidaknya ada lima alasan dari pihak yang menolak Pilkada langsung. Pertama, politik uang. Kedua, biaya mahal penyelenggara dan peserta. Ketiga, masyarakat terbelah alias rentan konflik. Keempat, pemerintah pusat dan daerah bisa tidak sejalan. Dan kelima, calon tergantung popularitas.

‎”Berbagai alasan yang kerap digunakan untuk menolak pilkada langsung, khususnya soal politik uang, tidak relevan dan cenderung menyesatkan,” kata Ray saat dimintai keterangan, Selasa (30/12) 2025.

‎Ray menilai, praktik politik uang tidak hanya terjadi dalam Pilkada, tetapi juga pada pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden.

‎”Maka tidak relevan menjadikan praktik ini [Politik uang] dengan mengubah sistem Pilkada langsung ke Pilkada tak langsung,” ucap Ray Rangkuti.

‎Maka masalahnya, kata Ray, bukan lagi pada sistem, melainkan pada budaya politik Indonesia. Oleh karena itu, mengubah budaya itu haruslah melalui pendekatan budaya bukan dengan mengubah sistemnya.

Baca Juga :  Peringati 27 Tahun Reformasi, Mahasiswa Waspadai Kembalinya UUD 1945 Asli

‎Lebih baik, menurutnya bagaimana menciptakan pemilihan sebagai gelanggang adu ide, bukan adu uang.

‎Tambah Ray, praktik politik uang semestinya menjadi bagian dari kewajiban partai politik (parpol) untuk memberantasnya. Parpol sudah harus secara ketat menerapkan zero politik uang bagi calon kepala daerah mereka.

‎”Parpol harus memberi sanksi kepada calon yang membeli suara. Bukan sebaliknya, menjadi tempat berlindung bagi calon yang menggunakan uang dalam Pilkada,” tegas Ray.

‎Ia menilai bahwa seharusnya parpol sejak awal tidak menjadikan Pilkada sebagai objek menarik dana dari para kandidat. Parpol harus menetapkan dari jauh hari calon-calon mereka agar biaya peserta Pilkada dapat ditekan.

‎”Jangan malah hak politik rakyat untuk memilih sendiri kepala daerah dirampas, tentu saja, hal ini tidak patut,” ujarnya.

‎Terakhir Ray Rangkuti menyebut jika wacana ini terjadi diterapkan hal ini merupakan pertanda akhir dari reformasi.

‎”Jika ini pun mereka [Pemerintah] rampas [hak rakyat memilih], pertanda bahwa reformasi habis dan dapat dipastikan bahwa memang sistem orde barulah yang mereka dambakan,” tutup Ray Rangkuti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia
Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan
Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo
PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai
Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun
Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional
Indonesia Catat Serangan Buaya Tertinggi di Dunia, Seiring Rusaknya Habitat
‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:55 WIB

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Selasa, 11 Agustus 2026 - 02:09 WIB

Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:54 WIB

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Ini Kisaran Honor Anggota Paskibraka, dari Daerah hingga Nasional

Berita Terbaru

Gerhana Matahari Total diperkirakan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. BMKG menyatakan fenomena tersebut tidak dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia. Foto: BMKG.

Nasional

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Selasa, 11 Agu 2026 - 02:55 WIB

Drone water bombing sedang isi daya untuk padamkan kebakaran bromo, Minggu (9/8/2026) (Foto: Miftahul Huda/Kompas.com).

Nasional

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Senin, 10 Agu 2026 - 05:54 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Ahad, 9 Agustus 2026 (Foto: kehutanan.go.id).

Daerah

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Senin, 10 Agu 2026 - 02:25 WIB