Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

- Penulis

Minggu, 22 Maret 2026 - 14:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

JAKARTA, PUSATBERITA – Indonesia terus berupaya membangun fondasi kekuatan udaranya, meskipun saat itu Indonesia sedang berada pada keterbatasan di awal masa kemerdekaan, salah satunya melalui penguatan kemampuan komunikasi penerbangan.

Upaya tersebut ditandai dengan pembukaan Sekolah Radio Telegrafis Udara pada 3 Maret 1947 di Pangkalan Udara Bugis, Malang, sebagaimana diungkap melalui unggahan Instagram @sejarah_tniau yang dikutip Minggu (22/3) 2026.

Pada pembukaan tersebut, sekolah menerima 34 siswa yang terdiri dari 20 anggota Inspektorat Genie Angkatan Darat serta 14 lulusan SMP yang telah melalui proses seleksi.

Para siswa kemudian dibagi ke dalam dua kelas, yakni Kelas A bagi mereka yang telah memiliki dasar radio telegrafis, dan Kelas B bagi yang belum memiliki pengetahuan dasar.

Dalam pelaksanaannya, pendidikan juga dibedakan antara calon awak udara (air crew) dan awak darat (ground crew). Khusus calon air crew, mereka diwajibkan lulus pemeriksaan kesehatan sesuai standar yang ditetapkan Opsir Udara I dr. Esnawan bersama tim medis.

Baca Juga :  Situs Megalitikum Gunung Padang Dipugar Libatkan 100 Orang Ahli

Untuk memimpin lembaga pendidikan tersebut, ditunjuk Opsir Muda Udara I Adi Sumarmo Wirjokusumo sebagai Kepala Sekolah sekaligus instruktur Bahasa Inggris. Ia merupakan mantan Flight Radio Operator dari the Netherlands Indies Air Force yang memiliki pengalaman di bidang komunikasi udara.

Sebelum diresmikan secara formal pada Maret 1947, sekolah ini sebenarnya telah lebih dahulu dibuka dalam kondisi darurat pada Februari 1946. Dari penyelenggaraan awal tersebut, telah dihasilkan 16 tenaga radio telegrafis yang kemudian ditempatkan di berbagai pangkalan udara guna mendukung operasional penerbangan.

Keberadaan sekolah ini menjadi tonggak lahirnya operator radio yang berperan penting dalam mendukung perjuangan udara Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

19 Tahun Aksi Kamisan Negara Putihkan Pelanggaran HAM Berat
Menelusuri Jejak Peradaban Islam: Warisan Keilmuan dan Relevansinya di Era Modern
Koalisi Mahasiswa Demokrasi Indonesia: Soeharto dan Sarwo Edhie Bukan Pahlawan
Komite Suara Sipil Nobatkan Soeharto Sebagai Penjahat HAM
Skandal Pahlawan Nasional : AM Sangaji Gagal Jadi Pahlawan Nasional, Pil Pahit Bagi Rakyat Maluku
Expedition Camp 2025 Residensi Performance Art Lintas Negara
Tangerang Book Party Suarakan HAM di Gelaran Malam Sastra
Mabes TNI Buka Suara Wacana Konsep Pam Swakarsa
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 14:13 WIB

Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:33 WIB

19 Tahun Aksi Kamisan Negara Putihkan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 11 Desember 2025 - 19:29 WIB

Menelusuri Jejak Peradaban Islam: Warisan Keilmuan dan Relevansinya di Era Modern

Senin, 10 November 2025 - 22:05 WIB

Koalisi Mahasiswa Demokrasi Indonesia: Soeharto dan Sarwo Edhie Bukan Pahlawan

Senin, 10 November 2025 - 20:22 WIB

Komite Suara Sipil Nobatkan Soeharto Sebagai Penjahat HAM

Berita Terbaru

Pemudik saat dievakuasi Damkar akibat nyasar Ikuti Google Maps (foto: istimewa).

Daerah

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:25 WIB

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

Sejarah

Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:13 WIB