Koalisi Mahasiswa Demokrasi Indonesia: Soeharto dan Sarwo Edhie Bukan Pahlawan

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Setiawan - Koalisi Mahasiswa Demokrasi Indonesia

Dedi Setiawan - Koalisi Mahasiswa Demokrasi Indonesia

SERANG, PUSAT BERITA- Bagi mahasiswa, gelar Pahlawan Nasional adalah lebih dari sekadar penghargaan simbolis, itu adalah legitimasi yang mengandung nilai moral dan sejarah. Ketika nama Soeharto dan Sarwo Edhie Wibowo diusulkan sebagai penerima gelar ini, tak heran jika masyarakat terutama mahasiswa mempertanyakan apakah kita benar-benar menghargai jasa, atau justru melupakan kesalahan?

Soeharto dan Sarwo Edhie adalah sosok yang tak asing dalam sejarah bangsa ini. Di balik kisah pembangunan dan stabilitas nasional, terdapat jejak darah, ketakutan, dan penindasan yang sulit dipadamkan dari ingatan rakyat. Sarwo Edhie Wibowo, yang menjabat sebagai Komandan RPKAD, berperan penting dalam operasi militer setelah 1965 yang menyebabkan pembunuhan massal terhadap ratusan ribu rakyat yang tak bersalah di berbagai wilayah. Di sisi lain, Soeharto, yang kemudian mengambil alih kekuasaan, meneruskan lembar kelam itu dengan mendirikan rezim Orde Baru yang merintangi kebebasan berpikir, membungkam suara rakyat, dan menguras kekayaan negara melalui tindak korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Bagaimana mungkin suatu bangsa yang lahir dari semangat kemerdekaan dan darah para pahlawan melawan penindasan, kini justru mengangkat para penindas sebagai pahlawan? Apakah makna pahlawan telah bergeser dari mereka yang berjuang untuk rakyat, menjadi mereka yang menghancurkan rakyat demi stabilitas?

Baca Juga :  Titik Temu Demitologi dan Teologi dalam Menganalisa Bencana Alam

Saya berpandangan seperti ini : Jika pemberian gelar ini lebih dari sekadar pengakuan, itu merupakan pengkhianatan terhadap sejarah dan nurani bangsa. Ini adalah bentuk pemutihan sejarah yang menghapus jejak luka dari para korban tragedi 1965, kekerasan di Tanjung Priok, Santa Cruz, Marsinah, dan ribuan aktivis yang ditangkap tanpa proses hukum di bawah intimidasi Orde Baru. Presidium Koalisi Mahasiswa Demokrasi Indonesia.

Mahasiswa bukan menolak sejarah, tetapi menolak kebohongan yang disajikan sebagai kebanggaan. Pahlawan sejati bukanlah mereka yang mendirikan kekuasaan dengan darah rakyat, melainkan yang melawan ketidakadilan dengan keberanian dan integritas.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak mengabaikan sejarahnya, tetapi berani mengakui luka dan menolak rekonsiliasi yang semu. Mengangkat Soeharto dan Sarwo Edhie sebagai pahlawan nasional berarti menghapus garis perbedaan antara pelaku dan korban, antara tindakan kejahatan dan jasa, antara kebenaran dan kepalsuan. Ucap Dedi Setiawan

Mahasiswa berpihak pada sejarah yang sebenarnya, bahwa pembangunan tak bisa menebus darah yang tumpah, dan stabilitas tidak dapat menggantikan keadilan.

Selama ingatan ini masih ada, selama kampus tetap jadi ruang berpikir yang bebas, kami akan menolak semua bentuk pemutihan sejarah yang mengkhianati kebenaran. Tutup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut HUT RI ke-81, Pemuda Pondok Pucung Sulap Tembok Kosong Jadi Mural Kemerdekaan
Diskon 81 Persen! Tirta Benteng Buka Pemasangan Baru Air Bersih
‎PKB Kota Tangerang Perkuat Konsolidasi, Billboard Kepengurusan Baru Terpasang di Sejumlah Titik ‎
‎Ruky Evana: Pengungkapan 46 Juta Butir Obat Keras Daftar G Bukti Keseriusan Polres Tangsel
LMND Banten Apresiasi Polres Tangsel Ungkap 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal
Pemuda Lengkong Bersatu Gelar Aksi Damai, Sampaikan Empat Tuntutan
‎Kredibilitas Pansel PT ABM Disorot, Pemuda Muslimin Singgung Dugaan Cacat Etik
LMND Kota Tangerang Soroti Dugaan Pungli PPDB di SMAN 20 Pakuhaji
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Sambut HUT RI ke-81, Pemuda Pondok Pucung Sulap Tembok Kosong Jadi Mural Kemerdekaan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Diskon 81 Persen! Tirta Benteng Buka Pemasangan Baru Air Bersih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:44 WIB

‎PKB Kota Tangerang Perkuat Konsolidasi, Billboard Kepengurusan Baru Terpasang di Sejumlah Titik ‎

Rabu, 5 Agustus 2026 - 22:16 WIB

‎Ruky Evana: Pengungkapan 46 Juta Butir Obat Keras Daftar G Bukti Keseriusan Polres Tangsel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:06 WIB

Pemuda Lengkong Bersatu Gelar Aksi Damai, Sampaikan Empat Tuntutan

Berita Terbaru