Vandalisme Saat Demo di Pemkot Cilegon, Aktivis Sebut Kepala Daerah Jangan Anti Kritik

- Penulis

Kamis, 1 Mei 2025 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Coretan Didinding Kantor Pemerintah Kota Cilegon Oleh Demostran (Dok. Pribadi)

Coretan Didinding Kantor Pemerintah Kota Cilegon Oleh Demostran (Dok. Pribadi)

PUSAT-BERITA.COM | Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Kantor Pemerintah Kota Cilegon yang diwarnai dengan coretan dinding atau vandalisme memantik beragam respons dari masyarakat.

Beberapa pihak mengecam tindakan tersebut sebagai perusakan fasilitas umum. Namun, aktivis senior Kota Cilegon, Kang Juli Tresno Ajie, justru menyampaikan pandangan berbeda.

Dalam pernyataan terbukanya, Juli mengatakan bahwa vandalisme dalam konteks unjuk rasa tidak serta merta bisa langsung dicap sebagai kesalahan.

“Vandalisme menurut saya adalah bentuk ekspresi menyampaikan pendapat di ruang publik, terutama ketika saluran aspirasi tersumbat atau tidak diterima,” ujarnya.

Menurutnya, aksi mahasiswa harus dipahami sebagai bentuk kekecewaan atas sikap pemerintah yang tidak membuka ruang dialog. Ia menegaskan bahwa di negara demokrasi, menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara, dan kepala daerah wajib mendengarkan, bukan justru mengabaikan.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Ambruknya TPT SMPN 15 Cilegon

“Seorang kepala daerah dipilih oleh rakyat. Maka setelah terpilih, ia harus melayani seluruh rakyat, bukan hanya kelompoknya. Dan yang terpenting, jangan anti kritik,” tegas Juli.

Ia juga menitipkan harapan agar Wali Kota Cilegon saat ini bisa tampil lebih baik dibanding pendahulunya. “Semoga kepala daerah sekarang menjadi pemimpin yang mampu memfasilitasi semua kepentingan rakyatnya.”

Aksi demonstrasi yang diwarnai vandalisme ini menjadi cerminan ketidakharmonisan antara mahasiswa dan pemerintah daerah. Namun di balik coretan dinding itu, tersimpan pesan tentang urgensi membuka ruang dialog yang sehat dan demokratis antara pemimpin dan rakyatnya.


Artikel Lain: Mahasiswa dan Pelajar Tangerang Raya Sambut May Day Dengan Gembira

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan
Imigrasi Polonia Ungkap Dugaan Perusahaan Fiktif dan Pelanggaran Izin Tinggal WN China di Batam
Karhutla Bromo Makin Meluas, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total
Hari Masyarakat Adat Sedunia, SEMMI Tangerang: Pengakuan Masyarakat Adat Belum Tuntas
Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan
Buka Pelantikan dan Rakerwil, Wagub Banten Apresiasi DPW IMMI Banten
Sambut HUT RI ke-81, Pemuda Pondok Pucung Sulap Tembok Kosong Jadi Mural Kemerdekaan
Diskon 81 Persen! Tirta Benteng Buka Pemasangan Baru Air Bersih
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:25 WIB

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Imigrasi Polonia Ungkap Dugaan Perusahaan Fiktif dan Pelanggaran Izin Tinggal WN China di Batam

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:25 WIB

Karhutla Bromo Makin Meluas, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:56 WIB

Hari Masyarakat Adat Sedunia, SEMMI Tangerang: Pengakuan Masyarakat Adat Belum Tuntas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:21 WIB

Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan

Berita Terbaru

Gerhana Matahari Total diperkirakan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. BMKG menyatakan fenomena tersebut tidak dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia. Foto: BMKG.

Nasional

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia

Selasa, 11 Agu 2026 - 02:55 WIB

Drone water bombing sedang isi daya untuk padamkan kebakaran bromo, Minggu (9/8/2026) (Foto: Miftahul Huda/Kompas.com).

Nasional

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Senin, 10 Agu 2026 - 05:54 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Ahad, 9 Agustus 2026 (Foto: kehutanan.go.id).

Daerah

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Senin, 10 Agu 2026 - 02:25 WIB