‎Wahidin Halim Kritik MBG Usai Kasus Keracunan di Kota Tangerang

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 07:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wahidin Halim, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (foto: istimewa).

Wahidin Halim, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (foto: istimewa).

TANGERANG, PUSATBERITA – Anggota DPR RI, Wahidin Halim (WH) buka suara terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai mendapati indikasi penyelewengan anggaran serta insiden dugaan keracunan yang menimpa ratusan pelajar di Kota Tangerang.

‎Wahidin mengakui bahwa konsep MBG merupakan langkah positif Presiden untuk meningkatkan kualitas SDM terutama gizi anak-anak bangsa.

‎Kendati seperti, mantan Gubernur Banten tersebut menilai praktik di lapangan masih jauh dari harapan dan penuh dengan persoalan komplikasi.

‎”MBG itu program presiden cukup bagus. Konsepnya untuk mencerdaskan anak-anak kita, anak-anak bangsa. Cuma dalam pengelolaannya itu syarat dengan korupsi,” ucap Wahidin Halim dalam tayangan video di akun Instagram @wh_wahidinhalim, Sabtu, (11/4) 2026 kemarin.

‎Wahidin bahkan membeberkan temuan timnya di lapangan mengenai nilai riil makanan yang dibagikan kepada siswa yang diduga jauh di bawah standar anggaran yang ditetapkan.

‎”Barusan kita foto, kalau kita hitung, gak sampai 7 ribu itu [biaya per porsi] satu anak,” tegas Wahidin.

‎Selain itu, Wahidin juga mengungkap kejadian fatal yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di belakang kediamannya yang dikelola oleh Yayasan Banten Hebat.

‎Pada Rabu (8 April 2026), Wahidin berkata, makanan yang diproduksi unit tersebut diduga menyebabkan hampir 100 siswa mengalami keracunan serius.

Baca Juga :  19 Tahun Aksi Kamisan Negara Putihkan Pelanggaran HAM Berat

‎”Dapur atau SPPG yang ada di belakang rumah saya, yang dikelola oleh Yayasan Banten Hebat, terjadi keracunan makanan yang diberikan telur pakai mayones,” katanya.

‎Korban meliputi siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK Al – Irsyadiyah hingga SMK Farmasi, termasuk santri di Pesantren WH Tahfidz.

‎”Kabarnya tengah malam [siswa-siswa] terserang penyakit buang-buang air, perutnya melilit, dan juga ada yang muntah. Nah, ini berbahaya,” tegas Wahidin.

‎Menanggapi rentetan masalah ini, Wahidin menyatakan akan mengambil langkah formal untuk mengevaluasi program tersebut agar tidak terus merugikan masyarakat.

‎”Oleh karena itu, akan saya laporkan kepada Badan Gizi Nasional. Jadi, MBG ternyata memang belum dikelola secara baik. Sebagai anggota DPR RI, ini menjadi catatan saya,” ujar Wahidin Halim.

‎Ia juga menegaskan tidak akan segan untuk menyampaikan langsung temuan tersebut kepada kepala negara.

‎”Saya sampaikan bila perlu ke Presiden. Jadi kalau sekarang banyak orang yang mengkritik, ya memang dalam praktiknya masih terjadi itu banyak persoalan yang sudah komplikasi,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Layanan Publik Terintegrasi, MPP Kota Tangerang Hadirkan 157 Layanan
‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026
Ragam Kegiatan Seni Warnai Malam “Jumatan” di Kampus Raharja
Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Sepulang Salurkan Bantuan
Kualitas Air Menurun, Perumda Tirta Benteng Lakukan Optimalisasi Pengolahan
Tindak Lanjut Arahan DPP, Partai Ummat Banten Rapatkan Barisan
AMPIA Desak BKN Periksa dan Nonaktifkan Sementara Rizka Zamzami
Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026
Berita ini 147 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Layanan Publik Terintegrasi, MPP Kota Tangerang Hadirkan 157 Layanan

Minggu, 13 September 2026 - 10:05 WIB

‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026

Rabu, 9 September 2026 - 17:45 WIB

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Sepulang Salurkan Bantuan

Rabu, 9 September 2026 - 11:54 WIB

Kualitas Air Menurun, Perumda Tirta Benteng Lakukan Optimalisasi Pengolahan

Rabu, 9 September 2026 - 10:45 WIB

Tindak Lanjut Arahan DPP, Partai Ummat Banten Rapatkan Barisan

Berita Terbaru

Terjadi kemacetan di ruas jalan dampak gelaran Tangerang 10K 2026 (foto/@captainakasia)

Banten

‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026

Minggu, 13 Sep 2026 - 10:05 WIB