Wamen Rangkap Komisaris BUMN, Milenial Indonesia: Potensi Konflik Kepentingan Mengancam Tata Kelola

- Penulis

Senin, 28 Juli 2025 - 00:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PUSATBERITA,JAKARTA – Organisasi Milenial Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas fenomena rangkap jabatan sejumlah Wakil Menteri (Wamen) yang juga merangkap posisi sebagai komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sekretaris Jenderal Milenial Indonesia, Fariski Adwari, menilai praktik tersebut tidak hanya menimbulkan persoalan etika, tetapi juga menyimpan sejumlah implikasi serius terhadap tata kelola pemerintahan dan kepercayaan publik.

“Ketika seorang Wamen merangkap sebagai komisaris BUMN, potensi terjadinya konflik kepentingan sangat besar. Ia berperan sebagai pembuat kebijakan sekaligus pengawas entitas bisnis yang berada dalam lingkup kekuasaan negara. Ini jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar tata kelola yang baik,” ujar Fariski dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (27/7).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fariski menegaskan, praktik tersebut berlawanan dengan semangat good governance dan prinsip pemisahan kewenangan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sistem pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi kepentingan pribadi atau kelompok.

Lebih lanjut, ia menyoroti efektivitas kinerja pejabat publik yang memegang dua jabatan strategis sekaligus, yang menurutnya akan sulit dijalankan secara optimal.

“Menjabat sebagai Wamen saja merupakan pekerjaan penuh waktu. Ketika harus membagi energi dan fokus untuk mengelola BUMN sebagai komisaris, maka akan ada beban kerja yang tidak proporsional. Akibatnya, potensi turunnya kinerja di kedua institusi sangat besar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Menakar Korupsi Jokowi dan Keluarganya, GAUM K Gelar Diskusi

Selain itu, Fariski juga mempertanyakan latar belakang keahlian sejumlah pejabat yang dianggap tidak relevan baik dengan kementerian yang mereka emban maupun dengan sektor usaha BUMN tempat mereka menjabat sebagai komisaris.

“Jika bidang kementeriannya saja tidak sesuai dengan keahliannya, kemudian diberikan tanggung jawab di perusahaan negara yang juga bukan bidangnya, maka konsekuensinya adalah potensi ketidakefisienan ganda. Ini tidak hanya merugikan institusi, tetapi juga masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama,” katanya menambahkan.

Sebagai representasi generasi muda, Milenial Indonesia mendesak agar reformasi birokrasi, khususnya dalam penataan jabatan publik, menjadi prioritas utama menjelang transisi pemerintahan ke depan.

Fariski menekankan bahwa jabatan publik harus diisi oleh sosok yang kompeten, profesional, dan terbebas dari konflik kepentingan.

“Kami tidak anti terhadap profesional yang ingin mengabdi. Namun, jabatan publik bukan ajang titipan politik atau bonus kekuasaan. Negara perlu menegakkan batasan yang tegas dan aturan main yang adil demi menjamin kredibilitas pemerintahan,” tegas Fariski.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deklarasi Perhimpunan Ojol Menuai Kritik: Terkesan Omon-Omon
Wali Kota dan Direktur RSUD Cilegon Dilaporkan ke KPK, Mahasiswa Soroti Dugaan Permainan Proyek Usai Kerusakan Ruang Operasi
SAH! Kevin Prayoga Terpilih Jadi Ketua Formatur PB PII 2026–2028
Dugaan Penyimpangan Penegakan Hukum di Aceh Utara: Ketika Warga Penuntut Hak Tanah Justru Dipidana
Muktamar ke-33 PII Tetap Digelar di November 2025
Ketua Umum PW PII Banten Kecam Komentar Wakil Ketua DPR RI Cucun soal Ahli Gizi, Royhan : Sembrono
PW PII Jawa Barat Soroti Insiden di Bandung: Peringatan atas Ancaman Devaluasi Profesi Gizi dan Keselamatan Pelajar
Demo Besar-Besaran Ojol dan Kurol 20 November, FDTOI Sampaikan Lima Tuntutan Utama
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:22 WIB

Deklarasi Perhimpunan Ojol Menuai Kritik: Terkesan Omon-Omon

Selasa, 9 Desember 2025 - 19:44 WIB

Wali Kota dan Direktur RSUD Cilegon Dilaporkan ke KPK, Mahasiswa Soroti Dugaan Permainan Proyek Usai Kerusakan Ruang Operasi

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:47 WIB

SAH! Kevin Prayoga Terpilih Jadi Ketua Formatur PB PII 2026–2028

Minggu, 23 November 2025 - 19:42 WIB

Dugaan Penyimpangan Penegakan Hukum di Aceh Utara: Ketika Warga Penuntut Hak Tanah Justru Dipidana

Sabtu, 22 November 2025 - 21:44 WIB

Muktamar ke-33 PII Tetap Digelar di November 2025

Berita Terbaru

Pembagian nasi Sanggar Silat si Rabin (Doc. Ist)

Daerah

Sanggar Silat Si Rabin Berbagi Nasi di Kampung Rawa Bamban

Selasa, 16 Des 2025 - 16:10 WIB