58 Persen Terserap, Pemkot Tangerang Diduga Endap Dana di Bank

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Pusat Pemerintah Kota Tangerang, (Foto/Beritatangerang.id)

TANGERANG, PUSATBERITA – Lingkar Study Mahasiswa Pemuda (LSMP) menyoroti rendahnya serapan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang yang hingga akhir Oktober 2025 baru mencapai 58 persen.

‎Ketua LSMP, Mohamad Eddy Sopyan menilai, lambatnya realisasi anggaran tersebut menunjukkan lemahnya kinerja birokrasi daerah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.

‎Ketua LSMP Menyoroti Pernyataan Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman mengakui bahwa hingga semester terakhir, serapan anggaran masih di bawah target ideal. Kondisi ini, menurut Eddy, menjadi cerminan tidak optimalnya perencanaan dan eksekusi program pemerintah di tingkat daerah.

‎“Rendahnya serapan anggaran berarti uang rakyat belum benar-benar kembali ke rakyat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Sementara masyarakat menunggu realisasi janji-janji pemerintah, anggaran justru mengendap di rekening,” ujar Ketua LSMP Mohamad Eddy Sopyan

‎Eddy juga menyinggung pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai adanya dana pemerintah sebesar Rp 286 triliun yang tersimpan di simpanan berjangka di bank-bank komersial. Purbaya bahkan mencurigai adanya pihak yang bermain di balik penempatan dana tersebut untuk mengejar keuntungan bunga.

Baca Juga :  Aktivis Gelar Aksi di Depan Kantor DPMPTSP, Buntut Lemahnya Pengawasan 

‎“Jangan sampai fenomena nasional seperti dana pemerintah Rp 286 triliun yang mengendap di bank juga terjadi dalam skala daerah. Ini berbahaya, karena berpotensi membuka ruang praktik rente dan memperlambat manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tegas Eddy.

‎Menurut Eddy, kondisi ini memperlihatkan paradoks kebijakan fiskal: di satu sisi, pemerintah pusat dan daerah kerap menekankan pentingnya akselerasi pembangunan dan belanja publik, tetapi di sisi lain, realisasinya justru berjalan lambat.

‎“Uang rakyat seharusnya bekerja untuk rakyat — bukan diam di bank menunggu bunga. Pemkot Tangerang harus segera mempercepat penyerapan anggaran dengan tetap mengedepankan akuntabilitas dan transparansi,” tambahnya.

‎Eddy juga mendesak DPRD Kota Tangerang untuk ikut mengawasi penyerapan anggaran dan menelusuri apakah ada penempatan dana sementara di lembaga keuangan yang tidak sesuai dengan prinsip efisiensi dan kepentingan publik.

‎“Serapan 58 persen di akhir Oktober bukan sekadar angka, tapi indikator lemahnya keberpihakan pemerintah pada rakyat. Jika hal ini terus berulang tiap tahun, jangan salahkan publik bila mulai kehilangan kepercayaan,” tutup Eddy dalam pernyataannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPBD Kab Boalemo Masifkan Pencarian Korban Hanyut di Hari Kedua
DLH Kota Cilegon Pastikan Udara di Sekitar PT MCCI Aman Pascainsiden Kepulan Asap Putih
Reyzan Sulaeman Resmi Nahkodai PW PII Jakarta Raya
Larangan Seolah Tak Bertaji, Truk Tanah di Sukadiri Tetap Beroperasi: Warga Siapkan Konsolidasi Akbar
FPRB Kepung PT Duta Indah Starhub, Isu Limbah, Kebisingan hingga Fasos/Fasum Disorot
Dampak Galian Pipa Perumdam TKR Dinilai Semrawut, Vendor dan Kontraktor Disorot, Citra Pelayanan Dipertaruhkan
Muswil III SAPMA PP Banten Resmi Dibuka
Damkar Tangerang Jinakkan Truk Terbakar di Tol dalam Waktu Satu Jam
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

BPBD Kab Boalemo Masifkan Pencarian Korban Hanyut di Hari Kedua

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:21 WIB

DLH Kota Cilegon Pastikan Udara di Sekitar PT MCCI Aman Pascainsiden Kepulan Asap Putih

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:28 WIB

Reyzan Sulaeman Resmi Nahkodai PW PII Jakarta Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:38 WIB

Larangan Seolah Tak Bertaji, Truk Tanah di Sukadiri Tetap Beroperasi: Warga Siapkan Konsolidasi Akbar

Senin, 25 Mei 2026 - 16:22 WIB

Dampak Galian Pipa Perumdam TKR Dinilai Semrawut, Vendor dan Kontraktor Disorot, Citra Pelayanan Dipertaruhkan

Berita Terbaru

Proses Pencarian Korban Hanyut di Sungai Lahumbo, Boalemo (Foto: HarianPost.id)

Gorontalo

BPBD Kab Boalemo Masifkan Pencarian Korban Hanyut di Hari Kedua

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:35 WIB

Reyzan Sulaeman Berikan Sambutan Perdana Ketua Umum PW PII Jakarta (Foto: Istimewa)

Jakarta

Reyzan Sulaeman Resmi Nahkodai PW PII Jakarta Raya

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:28 WIB