Dampak Galian Pipa Perumdam TKR Dinilai Semrawut, Vendor dan Kontraktor Disorot, Citra Pelayanan Dipertaruhkan

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 16:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah truk bermuatan besar tampak mengalami kecelakaan Akibat bekas galian (doc. ist)

Sebuah truk bermuatan besar tampak mengalami kecelakaan Akibat bekas galian (doc. ist)

TANGERANG, PUSATBERITA – Dampak dari proyek galian pipa milik Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang mulai menuai sorotan tajam dari masyarakat. Setelah sebelumnya warga mengeluhkan kemacetan parah akibat pengerjaan proyek yang dinilai “grasah-grusuh”, kini kerusakan jalan dan gangguan aktivitas masyarakat mulai dirasakan secara langsung.

Salah satu dampak yang terjadi terlihat ketika kendaraan truk mengalami amblas di sisi jalan yang diduga terdampak kondisi tanah labil akibat bekas galian proyek pipa. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga karena dianggap membahayakan keselamatan pengguna jalan serta memperburuk kondisi infrastruktur di sekitar lokasi pekerjaan.

Masyarakat menilai pengerjaan proyek yang dilakukan oleh pihak ketiga, baik vendor maupun kontraktor pelaksana, terkesan ugal-ugalan dan tidak memperhatikan dampak lingkungan maupun keselamatan masyarakat. Selain menyebabkan kemacetan berkepanjangan, proyek tersebut juga dinilai meninggalkan kondisi jalan yang rawan rusak dan membahayakan pengendara.

Warga menegaskan bahwa jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, maka citra dan kepercayaan publik terhadap pelayanan Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang ikut dipertaruhkan. Proyek yang seharusnya bertujuan meningkatkan pelayanan air bersih justru dianggap menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Diduga Langgar Perizinan, Produksi Himalaya Es Kristal di Tangerang Diprotes Warga

“Masyarakat tidak menolak pembangunan ataupun pemasangan jaringan pipa PDAM, tetapi cara pengerjaannya harus profesional dan memperhatikan dampak yang ditimbulkan. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban akibat kerja kontraktor yang asal-asalan,” ujar salah satu warga.

Masyarakat meminta vendor dan kontraktor pelaksana bertanggung jawab penuh atas seluruh dampak yang ditimbulkan akibat proyek galian tersebut, mulai dari kerusakan jalan, gangguan lalu lintas, hingga potensi kecelakaan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Selain itu, warga juga mendesak pihak Perumdam TKR Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut. Jika ditemukan adanya kelalaian maupun pekerjaan yang tidak sesuai standar operasional, masyarakat meminta agar pihak vendor dan kontraktor dikenakan sanksi tegas hingga penalti.

Menurut warga, pengawasan terhadap proyek infrastruktur pelayanan publik harus diperketat agar tidak merugikan masyarakat luas. Mereka berharap proyek pembangunan tidak dijalankan secara semrawut yang pada akhirnya justru mencoreng nama baik perusahaan daerah itu sendiri.

“Jangan sampai citra Perumdam TKR rusak karena ulah vendor atau kontraktor yang bekerja secara ugal-ugalan dan tidak profesional,” tegas warga lainnya

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026
Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar
Warga Uwung Jaya Gelar Malam Puncak HUT ke-81 RI
Camat Kelapa Dua Ajak Masyarakat Sukseskan Bulan Dana PMI 2026
Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU
SEPETA Tolak Ojol Dikategorikan UMKM, Desak Pemerintah Ratifikasi ILO C193
BEM PTNU Banten Salurkan Air Bersih untuk Warga Pandeglang
Camat Batuceper Hadiri Pengukuhan dan Ta’aruf MUI Batuceper Masa Khidmat 2026-2031
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:52 WIB

Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar

Rabu, 2 September 2026 - 13:42 WIB

Warga Uwung Jaya Gelar Malam Puncak HUT ke-81 RI

Rabu, 2 September 2026 - 12:33 WIB

Camat Kelapa Dua Ajak Masyarakat Sukseskan Bulan Dana PMI 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:58 WIB

SEPETA Tolak Ojol Dikategorikan UMKM, Desak Pemerintah Ratifikasi ILO C193

Berita Terbaru

Topan Bagaskara Inisiator Nawal Institute (foto/istimewa).

Opini

‎Eco-Anxiety: Krisis Iklim dan Persoalan HAM

Jumat, 11 Sep 2026 - 19:14 WIB

Korban tewas penembakan dievakuasi ke UGD RSUD Wamena. (Foto/istimewa)

Papua Pegunungan

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Sepulang Salurkan Bantuan

Rabu, 9 Sep 2026 - 17:45 WIB