IMC Nilai Pembentukan KNPI Cilegon Tak Transparan, Persatuan Dinilai Gagal

- Penulis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikatan Mahasiswa Cilegon

Ikatan Mahasiswa Cilegon

CILEGON, PUSAT-BERITA – Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) menyampaikan kritik keras terhadap proses pembentukan dan rencana pelantikan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cilegon. Ketua Umum IMC, Ahmad Maki, menilai proses yang berjalan tidak transparan dan gagal memenuhi prinsip representasi pemuda-mahasiswa.

Maki mengatakan ada dua syarat dasar pembentukan pengurus KNPI yang tidak dipenuhi, yakni rekomendasi resmi dari unsur pemuda-mahasiswa serta hadirnya figur pemuda yang memiliki rekam jejak dan kapasitas jelas.

“Sampai hari ini tidak jelas dari kelompok mana calon pengurus yang akan dilantik berasal. Tidak ada kejelasan dan tidak ada komunikasi publik,” ujarnya.

Menurut dia, ketidakjelasan tersebut menimbulkan pertanyaan apakah komposisi yang disusun benar-benar mewakili pemuda dan mahasiswa Cilegon.

Ia juga menyebut tidak ada penjelasan mengenai berapa besar porsi mahasiswa dalam struktur kepengurusan maupun mekanisme penyusunannya.

IMC juga menyoroti munculnya sejumlah persoalan yang dianggap memicu kegelisahan di kalangan pemuda. Di antaranya polarisasi yang semakin tajam akibat rekrutmen tertutup, komposisi pengurus yang dinilai tidak sejalan dengan komitmen “KNPI Satu”, serta kondisi KNPI Cilegon yang hingga kini belum bersatu.

Baca Juga :  Menjaga Marwah Sekolah Gratis di Banten — Saatnya Negara Hadir Melawan Pungutan Liar di Sektor Pendidikan

“Proyek besar persatuan KNPI justru berubah menjadi kegagalan yang nyata,” kata Maki.

Ia menegaskan situasi tersebut bertentangan dengan tujuan organisasi yang seharusnya menjadi rumah bersama pemuda. Proses pembentukan pengurus yang tidak terbuka, menurutnya, justru berpotensi memunculkan konflik baru dan memperlebar jarak antarorganisasi kepemudaan.

IMC menyampaikan lima tuntutan kepada pihak terkait, di antaranya penundaan pelantikan pengurus KNPI Cilegon, audit ulang komposisi pengurus dengan melibatkan seluruh unsur pemuda, serta penghentian manuver politik yang menghambat komitmen penyatuan organisasi.

Mereka juga meminta Dinas Pemuda dan Olahraga untuk tidak mengeluarkan hibah sebelum persoalan dualisme KNPI tuntas.

“Mahasiswa bukan pelengkap dan bukan penonton. Jika KNPI ingin berbicara tentang persatuan, mulai dulu dengan mempersatukan pemudanya secara adil dan berintegritas,” ujar Maki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Apresiasi Kesadaran Jamaah, Dinkes Kab. Bogor Intensifkan Pembinaan Kesehatan Haji
Dinkes Kab. Bogor Raih Predikat Pemilik Fasilitas Kesehatan Terluas di Jawa Barat
Dinkes Kab. Bogor Gelar Skrining TBC dan Radiologi Gratis bagi Warga Cicangkal
Sinergi Dinkes Kab. Bogor dan Summarecon Pulihkan Penglihatan Ratusan Warga
Pemberlakuan Kebijakan WFH, Volume Pengguna Commuter Line Alami Penurunan 9 Persen
Bupati Bogor: Fasilitas RSUD Leuwiliang Setara di Pusat
Bupati Bogor Beri Apresiasi Atas Capaian RSUD R Moh Noh Nur
Aliansi Ormas Islam Tegaskan Pelaporan Kepada Ketiga Tokoh Tidak Ada Unsur Politisasi
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:10 WIB

Apresiasi Kesadaran Jamaah, Dinkes Kab. Bogor Intensifkan Pembinaan Kesehatan Haji

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:06 WIB

Dinkes Kab. Bogor Raih Predikat Pemilik Fasilitas Kesehatan Terluas di Jawa Barat

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:00 WIB

Dinkes Kab. Bogor Gelar Skrining TBC dan Radiologi Gratis bagi Warga Cicangkal

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:54 WIB

Sinergi Dinkes Kab. Bogor dan Summarecon Pulihkan Penglihatan Ratusan Warga

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:54 WIB

Bupati Bogor: Fasilitas RSUD Leuwiliang Setara di Pusat

Berita Terbaru