Danau Dampelas Dikepung Gulma, HPMD Desak Keseriusan Pemerintah : Festival Budaya Tak Akan Lahir dari Danau yang Sekarat

- Penulis

Minggu, 21 Desember 2025 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Himpunan Pelajar Mahasiswa Dampelas (HPMD) Gelar kegiatan Malam Keakraban (Makrab)

Himpunan Pelajar Mahasiswa Dampelas (HPMD) Gelar kegiatan Malam Keakraban (Makrab)

DONGGALA, PUSAT-BERITA — Himpunan Pelajar Mahasiswa Dampelas (HPMD) menggelar kegiatan Malam Keakraban (Makrab) bertema “Merajut Kebersamaan, Menyatu dalam Keakraban, dan Membangun Solidaritas” yang berlangsung di Room Meeting Wisata Bonebula, Kabupaten Donggala, Jumat, 20 Desember 2025. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang penguatan solidaritas internal, tetapi juga ruang kritis membedah persoalan kebudayaan dan lingkungan di wilayah Dampelas.

Dalam sesi diskusi, peserta menyoroti kondisi Danau Dampelas yang kian memprihatinkan akibat pertumbuhan gulma air yang tidak terkendali. Gulma tersebut telah mengelilingi hampir seluruh perairan danau, mengganggu keseimbangan ekosistem air, aktivitas nelayan, serta kehidupan biota dan makhluk hidup hewani yang bergantung pada danau tersebut.

Diskusi Makrab kemudian melahirkan gagasan besar untuk menyelenggarakan Festival Danau Dampelas di Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Festival ini diproyeksikan sebagai upaya pelestarian warisan budaya tak benda secara besar-besaran, sekaligus ruang kolaborasi antara pelaku UMKM, pelestari budaya, dan kreativitas pemuda Dampelas.

Namun demikian, HPMD menegaskan bahwa wacana festival tidak dapat dilepaskan dari persoalan lingkungan yang hingga kini belum tertangani secara serius. HPMD mengkritisi Pemerintah Daerah, baik Pemerintah Kabupaten Donggala khususnya Dinas Lingkungan Hidup, maupun Pemerintah Desa, yang dinilai belum maksimal dalam menyelesaikan persoalan gulma di Danau Dampelas.

Menurut HPMD, penanganan gulma selama ini cenderung bersifat formalitas dan simbolik tanpa menyentuh akar persoalan. Akibatnya, masalah tersebut terus berulang dan tidak memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan danau. Padahal, persoalan gulma semestinya ditangani secara komprehensif dengan melibatkan para ahli yang spesifik di bidangnya, seperti perikanan, pertanian, lingkungan hidup, hingga kelautan dan sumber daya.

Baca Juga :  Musda XI KNPI Kota Tangerang Sukses Digelar, Ryan Erlangga Terpilih Secara Aklamasi

Salah satu mahasiswa Dampelas, Vivi, menegaskan bahwa rencana Festival Danau Dampelas harus dipersiapkan secara matang dan realistis. Menurutnya, tidak mungkin sebuah festival budaya digelar di tengah kondisi danau yang masih tercemar dan belum terkendali dari serangan gulma.

“Wacana Festival Danau Dampelas tentu harus dipersiapkan secara serius. Tidak mungkin kita bicara festival sementara kondisi danaunya masih tercemar dan gulmanya belum tertangani,” ujarnya.

Sementara itu, Opick Delian Alindra, selaku pelestari budaya yang menjadi pemantik diskusi, mengapresiasi upaya-upaya yang telah dilakukan untuk membersihkan Danau Dampelas. Namun ia menilai langkah tersebut belum menyelesaikan masalah secara menyeluruh karena tidak berfokus pada penyelesaian dari hulu ke hilir.

“Upaya yang ada patut diapresiasi, tetapi itu belum menyelesaikan masalah. Penanganannya masih bersifat formalitas dan kurang substansial karena tidak melibatkan para ahli di bidangnya untuk merumuskan solusi yang tepat,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa jika kondisi ini terus dibiarkan, Dampelas berisiko kehilangan bukan hanya danaunya, tetapi juga makna kebudayaan yang melekat kuat pada ruang hidup masyarakatnya.

Melalui kegiatan Makrab ini, HPMD berharap pemerintah dapat lebih serius dan terbuka terhadap kritik serta kolaborasi lintas sektor. Bagi HPMD, Festival Danau Dampelas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol kebangkitan budaya dan kesadaran kolektif untuk menyelamatkan Danau Dampelas dari kerusakan yang semakin mengkhawatirkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Masyarakat Adat Sedunia, SEMMI Tangerang: Pengakuan Masyarakat Adat Belum Tuntas
Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan
Buka Pelantikan dan Rakerwil, Wagub Banten Apresiasi DPW IMMI Banten
Sambut HUT RI ke-81, Pemuda Pondok Pucung Sulap Tembok Kosong Jadi Mural Kemerdekaan
Diskon 81 Persen! Tirta Benteng Buka Pemasangan Baru Air Bersih
‎PKB Kota Tangerang Perkuat Konsolidasi, Billboard Kepengurusan Baru Terpasang di Sejumlah Titik ‎
‎Ruky Evana: Pengungkapan 46 Juta Butir Obat Keras Daftar G Bukti Keseriusan Polres Tangsel
LMND Banten Apresiasi Polres Tangsel Ungkap 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:56 WIB

Hari Masyarakat Adat Sedunia, SEMMI Tangerang: Pengakuan Masyarakat Adat Belum Tuntas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:21 WIB

Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Buka Pelantikan dan Rakerwil, Wagub Banten Apresiasi DPW IMMI Banten

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Diskon 81 Persen! Tirta Benteng Buka Pemasangan Baru Air Bersih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:44 WIB

‎PKB Kota Tangerang Perkuat Konsolidasi, Billboard Kepengurusan Baru Terpasang di Sejumlah Titik ‎

Berita Terbaru

Koordinator lapangan aksi, Lensa Sakban (foto/pusat-berita.com)

Daerah

Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan

Minggu, 9 Agu 2026 - 00:21 WIB

Ilustrasi layanan pinjaman daring (pindar) di Indonesia. Pendanaan dari lender luar negeri mencapai Rp17,28 triliun hingga Juni 2026 (foto/istimewa).

Nasional

Pendanaan Pindar dari Lender Asing Tembus Rp 17,28 Triliun

Sabtu, 8 Agu 2026 - 21:03 WIB