KLATEN, PUSATBERITA – Operasi pencarian besar-besaran tengah dilakukan oleh tim SAR gabungan di kawasan Gunung Merapi setelah dilaporkan dua pendaki asal Jogja hilang setelah nekat melakukan pendakian ilegal Gunung Merapi via jalur Kalitalang, Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Aksi nekat ini melibatkan tiga orang pemuda yang sengaja mendaki pada waktu dini hari untuk menghindari pengawasan petugas Taman Nasional maupun Pokdarwis setempat.
”Betul sore ini kita lakukan pencarian bersama SAR, Basarnas, dan warga. Kondisi hujan sejak sore,” ucap Kapolsek Kemalang AKP Sarwoko, Minggu (21/12/2025) petang.
Sarwoko menjelaskan, dari keterangan yang dihimpun awalnya ada tiga orang naik dari Kalitalang, Desa Balerante. Kendaraan para pendaki itu diparkir di dekat rumah warga.
”Motor diparkir di dekat rumah warga di Desa Balerante. Jadi ada tiga orang, naik kemarin Sabtu (20/12) pukul 04.00 WIB,” ujar Sarwoko.
Dari tiga orang itu, Sarwoko berkata, hari ini yang bisa turun hanya satu orang. Dua orang lainnnya dimungkinkan tersesat.
”Dua orang itu kemungkinan tersesat. Yang satu orang Gamping dan satu orang Cangkringan (Kabupaten Sleman, Yogyakarta),” kata Sarwoko.
Sementara itu, Sekdes Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu menjelaskan ketiga orang tersebut awalnya mendaki pada Sabtu (20/12) pagi sekitar jam 04.00 WIB. Sepeda motor diparkir di dekat rumahnya.
”Sepeda motor diparkir di dekat rumah saya, ada dua motor. Tiga orang itu pengin muncak lewat Kalitalang,” tutur Jainu.
Namun, Jainu menyebut hanya satu orang yang sudah turun. Namun, dua orang lainnya diduga hilang.
”Yang dua orang tersesat, ini masih dalam pencarian. Pencarian berdasarkan SAR Klaten, Basarnas, dan juga kepolisian,” kata Jainu.
Operasi Pencarian: Fokus Jalur Sapuangin
Anggota SAR Klaten, Indriarto, mengonfirmasi bahwa para pemuda tersebut sadar akan larangan mendaki sampai puncak Merapi, namun tetap memilih untuk melanggar aturan tersebut.
Hingga Minggu (21/12/2025) malam, tim SAR telah menerjunkan dua tim Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir titik-titik koordinat yang diduga menjadi lokasi keberadaan dua pemuda yang masih hilang.
”Dua SRU sudah kami kirim sejak Minggu siang. Namun, hingga malam hari hasil pencarian masih nihil. Operasi tetap difokuskan melalui jalur Sapuangin, Tegalmulyo,” ungkap Indriarto.
Peringatan Keras: Merapi Masih Berbahaya!
Pihak berwenang kembali mengingatkan masyarakat dan para pendaki untuk tidak meniru aksi nekat tersebut.
Status Gunung Merapi saat ini masih aktif dan sangat berbahaya untuk aktivitas pendakian hingga ke puncak.
Selain medan yang berat, jalur tidak resmi seperti Kalitalang sangat berisiko membuat pendaki disorientasi arah atau tersesat.
Masyarakat diharapkan mematuhi rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) serta pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) demi keselamatan bersama.











