TANGERANG, PUSATBERITA — Banjir parah yang merendam Perumahan Pinang Griya, Pinang, Kota Tangerang diduga kuat disebabkan oleh kondisi tanggul kali angke mengalami keretakan. Jumat (23/1/2026).
Sehingga membuat kondisi tanggul tidak mampu menahan debit air yang semakin meningkat. Kondisi ini diperparah dengan salah satu rumah warga yang tepat di pinggir kali mengalami jebol.
Pengawas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Tangerang, Misbah menjelasan bahwa titik kerusakan berada di area rumah wara yang berdempetan langsung dengan tanggul sungai.
“Sebetulnya yang jebol itu di rumah warga, cuma ada di pinggir kali. Untuk penanganan sementara, saya sudah pasang kisdam (kisi-kidi bendam). Ini penanganan darurat dulu. Saya juga masih menunggu bambu dari Pak RW, karena beliau mau membantu pengadaan bambu untuk penanganan kisdam ini. Nanti dikasih cerucuk bambu dulu lalu dipasang kisdam, mudah-mudahan bisa meringankan dan arus tidak terlalu deras,” kata Misbah saat dimintai keterangan di lokasi bencana, Jumat, (23/1) 2026.
Lanjut Misbah, bahwa proses penanganan dilakukan secara manual di lapangan dengan membuat semacam cerucuk atau patok dari bahan bambu.
“Teknisnya manual, nanti diikat pakai kawat dan dipaku. Setelah itu bagian dalamnya diberi bambu, baru kisdam diturunkan di belakang bambu. Di belakang kisdam juga dibuat cerucuk lagi,” tambah Misbah.
Untuk menutup area terdampak secara maksimal, Misbah berkata, diperkirakan dibutuhkan ratusan hingga ribuan karung penahan.
“Kemungkinan kalau mau tertutup semua sekitar 1.000 karung, kurang lebih. Minimal 500 karung karena area ini cukup lebar,” ujarnya.
*Diduga dinding tanggul mengalami keretakan*
Misbah mengungkapkan terkait dinding tanggul diduga mengalami keretakan. Menurutnya luas retaknya kurang lebih sepanjang 7 meter.
“Jebol memanjang sekitar 7 meteran, hampir satu rumah, bagian kamar sepertinya,” ungkap Misbah.
Dalam proses penanganan kondisi tersebut, Misbah menuturkan bahwa kondisi medan terpantau sulit disebabkan berada di aliran air. Meski kondisi tersebut, tim tetap berupaya maksimal dalam melakukan penanganan.
“Perkiraan perbaikan bisa dua hari, tapi untuk sementara kita berusaha semaksimal mungkin supaya bisa mengurangi dampaknya. Kendalanya banyak, namanya juga di air,” katanya.
Saat ini sekitar 30 personel dikerahkan di lokasi untuk melakukan penanganan darurat guna mengurangi debit air yang masuk ke permukiman warga.
Pihak PUPR berharap penanganan sementara ini dapat menahan laju air sembari menunggu perbaikan lebih permanen dilakukan. Warga di sekitar lokasi juga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.











