FPKN: Pengangkatan Kadin dan Polemik Dinasti Politik Gubernur Kaltim

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ali, Ketua Umum Forum Pembela Keadilan Nusantara (FPKN) (Foto: Ilustrasi)

Ali, Ketua Umum Forum Pembela Keadilan Nusantara (FPKN) (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, PUSATBERITA — Koordinator Pusat Forum Pembela Keadilan Nusantara (FPKN), Ali merespon tegas atas terpilihnya Putri Amanda Nurramadhani, 23 tahun, sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur periode 2025–2030 memicu polemik dinasti politik di tubuh organisasi pengusaha tersebut.

Menurutnya Jelas ada dugaan dinasti politik secara sistematis oleh gubernur kaltim saat ini. Padahal Praktek KKN indonesia itu memiliki unsur pidana dan jelas berlawanan dengan konstitusi.

“Putri Amanda ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi ke-VIII Kadin Kaltim di Samarinda, November 2025. Proses aklamasi terjadi mendadak setelah pesaing utamanya, Muhammad Ridwan selaku Ketua Kadin Samarinda, mengundurkan diri pada detik-detik terakhir sebelum voting,” ujar Ali, Senin (20/4/2026).

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa kronologi pemunduran diri kandidat pesaing putri Gubernur kaltim saat ini, tentu adanya dugaan keras terkait upaya secara sistemati yang di rencanakan.

Diketahui juga, polemik tersebut menjadi Sorotan publik yang lebih mengarah pada isu dinasti politik karena Putri Amanda diduga memiliki kedekatan kekeluargaan dengan politisi lokal sekaligus Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Keterkaitan itu menimbulkan pertanyaan soal independensi Kadin sebagai wadah pengusaha dari intervensi kekuasaan.

Baca Juga :  PB SEMMI Akan Laporkan Bupati Buru Selatan Atas Dugaan Penyalahgunaan Kekuasaan

Ali mengungkapkan bahwa selain faktor usia yang masih sangat muda, muncul kekhawatiran terkait kelengkapan persyaratan administratif calon.

“Dalam AD/ART Kadin yang menjadi syarat pencalonan tersebut belum sepenuhnya lengkap. Namun demikian, forum Musprov tetap menyetujui dan mengesahkan Putri Amanda secara aklamasi,” tegasnya.

Ali mengatakan bahwa kritik datang dari sejumlah pelaku usaha yang menilai proses pemilihan tidak sehat dan mencederai prinsip demokrasi di organisasi profesi.

“Kadin seharusnya menjadi rumah bersama pengusaha, bukan perpanjangan kepentingan politik tertentu,” tutupnya dengan tegas.

Diketahui bahwa Hingga kini, polemik penetapan Putri Amanda sebagai Ketua Kadin Kaltim masih menjadi perbincangan di kalangan dunia usaha dan publik Kaltim. Sebab publik menilai ini adalah upaya dinasti politik yang sengaja di susun secara sistematis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hafidz Firdaus Resmi Pimpin DPC PKB Kota Tangerang Periode 2026–2031
MA Da’il Khairaat Resmi Buka MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027
Raker Yayasan Da’il Khairaat Tekankan Mutu Pendidikan dan Sinergi
MSCI Evaluasi Pasar Saham RI, Marwan Jafar: Momentum Percepat Reformasi Bursa Efek
Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026
Erry Indriani: Kecemasan Fresh Graduate Bukan Karena Lemah Mental
PW KAMMI Jakarta Raya: Tindakan Pembubaran Diskusi Bukan Sifat Aktivis Demokrasi
Muhammad Senanatha: Konsensus Kebangsaan Adalah Warisan Besar Para Tokoh Islam
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:13 WIB

Hafidz Firdaus Resmi Pimpin DPC PKB Kota Tangerang Periode 2026–2031

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:22 WIB

MA Da’il Khairaat Resmi Buka MATAMUDA Tahun Pelajaran 2026/2027

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:20 WIB

Raker Yayasan Da’il Khairaat Tekankan Mutu Pendidikan dan Sinergi

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:22 WIB

MSCI Evaluasi Pasar Saham RI, Marwan Jafar: Momentum Percepat Reformasi Bursa Efek

Senin, 22 Juni 2026 - 17:30 WIB

Rembug Muda Nahdliyin Soroti Arah Gagasan NU Menjelang Muktamar PBNU 2026

Berita Terbaru