JAKARTA, PUSATBERITA — Barisan Persaudaraan Aktivis Muda Kawanua (BASUDARA AMAN) resmi diluncurkan di Rarampa Resto and Bar, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Peluncuran dirangkaikan dengan Dialog Kemerdekaan ke-81 RI bertajuk Bacirita Sulut dari Jakarta Serie 1: Implementasi Falsafah Hidup Sitou Timou Tumou Tou.
Forum tersebut mempertemukan sejumlah tokoh nasional asal Sulawesi Utara dengan aktivis muda Sulut yang berkiprah di Jakarta. Hadir Jan Samuel Maringka, Harsen Roy Tampomuri, Yokpedi Lette, dan Clens Tedy.
Koordinator Nasional BASUDARA AMAN, Combyan Lombongbitung, mengatakan forum itu lahir dari keresahan terhadap masih adanya sekat sektarian di kalangan aktivis Sulawesi Utara di Jakarta.
“Basudara AMAN ini hadir dari pembicaraan di warung kopi dengan keresahan yang sama, yaitu kalau orang Sulawesi Utara di Jakarta masih sektarian. Maka kami coba rumuskan bagaimana agar kiranya kita dapat satukan pemikiran dan mengimplementasikan falsafah hidup Sitou Timou Tumou Tou,” ungkap Combyan.
Menurut Combyan, BASUDARA AMAN menjadi ruang bersama bagi aktivis Sulut untuk mengembangkan diri sekaligus memperkuat jejaring di tingkat nasional.
Jan Samuel Maringka mengapresiasi pembentukan forum tersebut. Ia mendorong para aktivis muda memperkuat kapasitas profesional dan jaringan persaudaraan.
“Kalian yang hadir pada hari ini akan menjadi pimpinan yang hebat di masa mendatang, baik dunia birokrasi, politik dan pengusaha. Terus tingkatkan kualitas profesional dan jaringan persaudaraan, our network, our future,” ujar Jan Maringka.
Ia juga mengingatkan agar falsafah Sitou Timou Tumou Tou tetap menjadi pegangan para aktivis selama berada di perantauan.
Clens Tedy menilai falsafah tersebut dapat menjadi pijakan untuk membangun kebersamaan dan kemajuan bersama.
“Menempatkan Sitou Timou Tumou Tou sebagai falsafah dan spirit hidup adalah rumus kehidupan agar bisa maju dan besar bersama di pusat kekuasaan negara, Jakarta,” tegas Clens.
Sementara itu, Harsen Roy Tampomuri mendorong BASUDARA AMAN menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan kegiatan strategis dan berdampak bagi masyarakat.
“Saya berharap ada semangat kolaborasi untuk saling menghidupkan. Bagi yang beraktualisasi ke depannya di bidang politik, jadikan politik sebagai alat untuk melayani sesama, bukan saling membinasakan,” kata Harsen.
Tenaga Ahli DPD RI, Yokpedi Lette, turut mengajak aktivis Sulut terlibat dalam pembahasan RUU Kepulauan yang tengah menjadi perhatian DPD RI.
Ketua Pelaksana, Riswan Muhammad, mengatakan BASUDARA AMAN dibentuk atas kesadaran aktivis muda Sulut untuk membangun kebersamaan di tanah rantau.
“Kegiatan ini diinisiasi oleh kami, aktivis muda asal Sulawesi Utara, untuk menyatukan semangat bersama di tanah rantau,” ujar Riswan.
Kegiatan tersebut dihadiri aktivis dari sejumlah organisasi kemahasiswaan, antara lain GMKI, PMII, IMM, GMNI, HMI, PMKRI, LMND, dan PII.
Moderator kegiatan, Rahmianti Halim, menegaskan BASUDARA AMAN tidak berhenti pada peluncuran. Forum tersebut akan dikembangkan sebagai ruang intelektual dan kolaborasi dengan semangat Sitou Timou Tumou Tou.











