JAKARTA, PUSATBERITA – Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day harus menjadi pengingat bahwa perjuangan buruh adalah perjuangan semua, termasuk buruh disabilitas yang hingga hari ini masih menghadapi diskriminasi dalam dunia kerja.
Akses yang terbatas, penolakan dalam rekrutmen, hingga minimnya fasilitas kerja yang ramah untuk disabilitas, menunjukkan bahwa keadilan belum benar-benar hadir mereka.
Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah DKI Jakarta, Rizki, menegaskan bahwa berhenti menjadikan disabilitas sebagai alasan penolakan. Menurutnya, menerima tenaga kerja disabilitas bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab moral. Negara pun harus hadir dengan pengawasan yang tegas agar tidak ada lagi perusahaan yang mengabaikan hak-hak penyandang disabilitas.
“Perusahaan wajib menerima calon pegawai disabilitas. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Rizki.
May Day tahun ini harus menjadi titik balik. Dunia kerja harus inklusif, adil, dan terbuka untuk semua.
“Semuanya punya hak yang sama untuk bekerja, tidak terkecuali penyandang disabilitas” tambahnya
Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga keadilan benar-benar dirasakan oleh seluruh buruh tanpa terkecuali.
“Komitment kami jelas. Tidak boleh ada diskriminasi dalam dunia kerja. Baik di pemerintahan ataupun di swasta” tutupnya











