FPRB Kepung PT Duta Indah Starhub, Isu Limbah, Kebisingan hingga Fasos/Fasum Disorot

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 17:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Massa Dari Forum Pemuda Rakyat Benda (FPRB) geruduk PT Duta Indah Starhub. (Doc. Istimewa)

Puluhan Massa Dari Forum Pemuda Rakyat Benda (FPRB) geruduk PT Duta Indah Starhub. (Doc. Istimewa)

KOTA TANGERANG, PUSATBERITA – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Persatuan Rakyat Benda (FPRB) menggelar aksi demonstrasi di depan gerbang PT Duta Indah Starhub, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Senin (25/5/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes dan penyampaian aspirasi warga terkait sejumlah persoalan yang dinilai berdampak terhadap lingkungan hidup serta kenyamanan masyarakat sekitar. Dalam aksinya, FPRB mengangkat tema “Suarakan Keadilan, Selamatkan Lingkungan dan Hak Masyarakat”.

Koordinator aksi menyebut demonstrasi ini lahir dari keresahan masyarakat Kecamatan Benda terhadap berbagai dugaan persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius, baik dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah.

Dalam tuntutannya, FPRB menyoroti sedikitnya lima persoalan utama. Salah satunya terkait kondisi infrastruktur bangunan di kawasan PT Duta Indah Starhub yang diminta untuk dievaluasi secara menyeluruh, khususnya menyangkut aspek keselamatan dan kelayakan bangunan.

Selain itu, massa juga mendesak dilakukan audit terhadap kualitas air limbah yang diduga mengalir ke kawasan Kali Cisadane Timur. Mereka meminta adanya pemeriksaan terbuka guna memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan yang berpotensi mengganggu kesehatan warga serta ekosistem sekitar.

Persoalan pengelolaan sampah turut menjadi sorotan. FPRB menilai sistem pengelolaan limbah padat dan kebersihan lingkungan di kawasan tersebut perlu diawasi lebih ketat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Baca Juga :  BEM PTNU Goes to School: Bentuk Nyata Pengabdian Masyarakat

Tak hanya itu, massa aksi juga mempertanyakan transparansi terkait klaim lahan yang disebut-sebut akan dijadikan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos/fasum). Mereka meminta kejelasan status lahan dan dasar hukumnya agar tidak memicu persoalan maupun konflik di kemudian hari.

Isu kebisingan akibat aktivitas operasional dan pembangunan di kawasan perusahaan juga menjadi tuntutan utama warga. FPRB meminta adanya tanggung jawab dari pihak perusahaan terhadap dampak suara bising yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, termasuk kemungkinan pemberian kompensasi bagi warga terdampak.

Dalam pernyataannya, FPRB menegaskan aksi dilakukan secara damai dengan melibatkan unsur masyarakat, tokoh pemuda, aktivis, serta warga Kecamatan Benda.

“Kami datang bukan untuk membuat keributan, tetapi meminta kejelasan dan tanggung jawab. Jika ada aktivitas usaha yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan warga, hingga kenyamanan masyarakat, maka perusahaan harus terbuka dan pemerintah wajib hadir melakukan pengawasan,” tegas Heri dari FPRB.

Ia juga meminta instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah kecamatan, hingga aparat pengawas turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi sebenarnya.

“Jangan ada pembiaran jika ditemukan persoalan yang merugikan masyarakat,” lanjutnya.

Hingga aksi berlangsung, massa masih meminta adanya dialog terbuka antara pihak perusahaan, pemerintah setempat, dan masyarakat guna menjawab berbagai tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Layanan Publik Terintegrasi, MPP Kota Tangerang Hadirkan 157 Layanan
‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026
Ragam Kegiatan Seni Warnai Malam “Jumatan” di Kampus Raharja
Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026
Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar
Warga Uwung Jaya Gelar Malam Puncak HUT ke-81 RI
Camat Kelapa Dua Ajak Masyarakat Sukseskan Bulan Dana PMI 2026
Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU
Berita ini 99 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:01 WIB

Layanan Publik Terintegrasi, MPP Kota Tangerang Hadirkan 157 Layanan

Minggu, 13 September 2026 - 10:05 WIB

‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 05:19 WIB

Ragam Kegiatan Seni Warnai Malam “Jumatan” di Kampus Raharja

Senin, 7 September 2026 - 18:13 WIB

Pemuda Muslim Banten Pertanyakan Anggaran Fantastis Pada Lomba Kanvas Gemilang 2026

Jumat, 4 September 2026 - 19:52 WIB

Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar

Berita Terbaru

Terjadi kemacetan di ruas jalan dampak gelaran Tangerang 10K 2026 (foto/@captainakasia)

Banten

‎Kemacetan Hingga Kericuhan Warnai Tangerang 10K 2026

Minggu, 13 Sep 2026 - 10:05 WIB