Pendaki Gunung Merbabu Meninggal Dunia Saat Menuju Puncak

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan mengevakuasi seorang pendaki yang meninggal dunia di jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo, Kabupaten Boyolali. (Dok. Relawan)

Relawan mengevakuasi seorang pendaki yang meninggal dunia di jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo, Kabupaten Boyolali. (Dok. Relawan)

BOYOLALI, PUSATBERITA – Seorang pendaki Gunung Merbabu asal Kabupaten Semarang dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pendakian melalui jalur Selo, Kabupaten Boyolali, pada Rabu (10/6) 2026.

Korban diketahui bernama Widodo (44), warga Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Berdasarkan keterangan saksi, Widodo bersama seorang rekannya memulai pendakian dari Basecamp Gancik pada Rabu dini hari. Setelah beristirahat di kawasan Sabana II, keduanya melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Merbabu.

Namun, saat berada di jalur pendakian sekitar kawasan Sabana I, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Mengetahui kondisi tersebut, rekan korban segera meminta bantuan kepada pendaki lain dan relawan yang bertugas di jalur pendakian. Tim relawan kemudian melakukan evakuasi dan membawa korban turun menuju basecamp sebelum dilarikan ke RSUD Pandan Arang Boyolali.

“Rekan korban langsung meminta bantuan pendaki lain dan relawan jalur pendakian. Tim relawan kemudian mengevakuasi korban turun ke basecamp sebelum dilarikan ke RS Pandan Arang Boyolali,” ujar Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, Kamis (11/6) 2026.

Baca Juga :  Waspada Banjir Rob 12 Titik Jakarta Hingga 10 Desember

Setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan Widodo telah meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan telah meninggal beberapa jam sebelum tiba di rumah sakit.

AKP Winarsih menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Polisi telah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan para saksi. Berdasarkan pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Keluarga juga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan tindakan lebih lanjut,” katanya.

Pihak kepolisian mengimbau para pendaki agar selalu mempersiapkan kondisi fisik dengan baik sebelum melakukan pendakian. Selain itu, pendaki juga diminta untuk memeriksa riwayat kesehatan, membawa perlengkapan darurat, serta mematuhi seluruh prosedur keselamatan selama berada di jalur pendakian.

Polres Boyolali juga mengingatkan bahwa pendakian pada musim kemarau memiliki risiko tersendiri, seperti dehidrasi dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kondisi udara yang lebih kering.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMM Salurkan Air Bersih Pada Warga, Akibat 5 Bulan Kesulitan Dapatkan Air Bersih Karena Dampak El Nino
Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati
Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam
Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika
Kantor Notaris dan PPAT Anita Rohmah Gandeng Damkar dan Rapid Indonesia Edukasi Keselamatan Kebakaran
DPC ASLINMAS Kota Tangerang Gelar Rakor, Perkuat Konsolidasi Pengurus
HIMA Persis Jakarta Launching Buku Berjudul Membaca Jakarta, Membangun Peradaban
FPRB Desak BPN Tangerang Buka Warkah Tanah Benteng Bin Mana
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

BMM Salurkan Air Bersih Pada Warga, Akibat 5 Bulan Kesulitan Dapatkan Air Bersih Karena Dampak El Nino

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati

Minggu, 20 September 2026 - 15:01 WIB

Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam

Sabtu, 19 September 2026 - 18:30 WIB

Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05 WIB

Kantor Notaris dan PPAT Anita Rohmah Gandeng Damkar dan Rapid Indonesia Edukasi Keselamatan Kebakaran

Berita Terbaru

Foto ilustrasi umat Kristiani beribadah (Foto/istimewa)

Banten

Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam

Minggu, 20 Sep 2026 - 15:01 WIB

Fogging Graha Yadika, Rapid Indonesia dan Damkar Sisir Sarang Nyamuk (foto/istimewa)

Banten

Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika

Sabtu, 19 Sep 2026 - 18:30 WIB