Poros Baru Tangerang: Hentikan MBG, Tolak Geothermal, Kritik Aktivis Karbitan

- Penulis

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poros Baru Kota Tangerang Gelar Aksi di Taman Gajah (Foto: Istimewa)

Poros Baru Kota Tangerang Gelar Aksi di Taman Gajah (Foto: Istimewa)

TANGERANG, PUSATBERITA – Poros Baru Tangerang yang terdiri dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Tangerang, Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang, dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Banten menggelar aksi unjuk rasa di Taman Gajah, Cikokol, Kota Tangerang, Kamis (18/6/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan Lima Tuntutan Rakyat dengan penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai isu utama.

‎Koordinator Aksi, Topan Bagaskara, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis perlu dihentikan karena dinilai berdampak pada efisiensi anggaran di sektor-sektor yang lebih mendesak, terutama pendidikan.

‎”Kami menolak Program Makan Bergizi Gratis karena pelaksanaannya justru mengorbankan sektor yang lebih penting. Di saat kesejahteraan guru masih memprihatinkan dan kualitas pendidikan masih menghadapi banyak persoalan, pemerintah malah menghabiskan anggaran yang sangat besar untuk program yang sarat pencitraan,” tegas Topan dalam orasinya.

Menurut Topan, pendidikan yang berkualitas tidak lahir dari makan siang gratis semata, melainkan dari guru yang sejahtera, fasilitas yang memadai, serta akses pendidikan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selain isu pendidikan, Poros Baru Tangerang juga menolak Proyek Geothermal Gede Pangrango karena dianggap berpotensi mengancam kelestarian kawasan konservasi, keseimbangan ekosistem, serta sumber kehidupan masyarakat yang bergantung pada kawasan pegunungan tersebut.

“Kami menolak proyek Geothermal Gede Pangrango karena pembangunan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan hidup. Kawasan Gede Pangrango merupakan salah satu kawasan ekologis penting yang harus dijaga,” ujar Topan.

Massa juga mengkritik laju deforestasi hutan yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Menurut mereka, pembukaan dan alih fungsi kawasan hutan secara masif telah memperparah krisis ekologis, meningkatkan risiko bencana, serta mengancam keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Baca Juga :  Aksi Protes Dugaan Lippo Grup Terlibat Sengketa Tanah Makassar

‎”Hutan bukan sekadar komoditas ekonomi yang bisa dieksploitasi tanpa batas. Hutan adalah benteng terakhir kehidupan. Ketika hutan terus ditebang dan dirusak, yang dipertaruhkan bukan hanya pohon, tetapi masa depan lingkungan dan masyarakat adat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Topan juga menyoroti fenomena yang ia sebut sebagai munculnya aktivis karbitan, yakni kelompok yang mengatasnamakan gerakan mahasiswa tetapi kehilangan daya kritis setelah dekat dengan kekuasaan.

‎”Hari ini kita menyaksikan sebagian aktivis tidak lagi berdiri bersama rakyat, melainkan berdiri di belakang penguasa. Ketika guru menjerit karena kesejahteraan yang tidak kunjung diperhatikan, ketika hutan dirusak dan ruang demokrasi semakin sempit, mereka memilih diam,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi kekuatan kontrol terhadap pemerintah, bukan menjadi alat legitimasi kekuasaan.

‎”Sejarah membuktikan bahwa mahasiswa selalu hadir ketika rakyat membutuhkan suara perlawanan. Karena itu kami menolak menjadi generasi yang diam,” ungkapnya.

Adapun Lima Tuntutan Rakyat yang disampaikan Poros Baru Tangerang dalam aksi tersebut meliputi:

  1. Hentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  2. Segera Sejahterakan Guru.
  3. Hentikan Proyek Geothermal Gede Pangrango.
  4. Kembalikan TNI–POLRI pada Fungsi Profesionalnya.
  5. Hentikan Deforestasi Hutan.

‎‎Massa aksi menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dikembalikan pada prinsip keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan penghormatan terhadap demokrasi.

Sebelum membubarkan diri, massa membacakan pernyataan sikap dan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai kebijakan publik yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat melalui gerakan advokasi, pendidikan politik, dan konsolidasi yang lebih luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PIM Desak Buka Data, Anggaran Mamin Kecamatan Pasar Kemis Capai Rp1,7 Miliar
Badrul Munir: Hormati Hasil Demokrasi dan Jaga Optimisme Kebangsaan
PIM Sorot Monopoli Rental Mobil Pejabat Pemkot Tangerang
Penemuan Mayat Pria di Sebuah Kontrakan Area Benda
Ketua DPC PKB Termuda di Banten, Hafidz Firdaus Siap Besarkan PKB Kota Tangerang
Ogy Sugiyono Apresiasi Ketua DPC PKB Terpilih: Saatnya PKB Banten Lebih Solid dan Progresif
Teratai Institute: Pemprov Banten Tolak Tegas Eksploitasi 900 Hektare Hutan Lindung Tangerang oleh Agung Sedayu Group
Enam Unit Damkar Padamkan Kebakaran Ruko Elektronik Dua Lantai di Pondok Aren
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:45 WIB

Poros Baru Tangerang: Hentikan MBG, Tolak Geothermal, Kritik Aktivis Karbitan

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:44 WIB

PIM Desak Buka Data, Anggaran Mamin Kecamatan Pasar Kemis Capai Rp1,7 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:13 WIB

Badrul Munir: Hormati Hasil Demokrasi dan Jaga Optimisme Kebangsaan

Senin, 15 Juni 2026 - 16:15 WIB

PIM Sorot Monopoli Rental Mobil Pejabat Pemkot Tangerang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:56 WIB

Penemuan Mayat Pria di Sebuah Kontrakan Area Benda

Berita Terbaru

Wasit Kontroversi Kembali Pimpin Pertandingan Semifinal Matali Cup 2026 (Foto: Istimewa)

Sulawesi Utara

Bonawang FC Protes, Askot Tetap Tugaskan Wasit yang Dipersoalkan

Selasa, 16 Jun 2026 - 18:15 WIB