SKT dan Karang Taruna Gelar Diskusi Islam dan Kebangsaan

- Penulis

Minggu, 16 Maret 2025 - 01:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinergi Komunitas Tangerang (SKT) bersama Karang Taruna RW 07, Karanganyar | Sumber: Arsip

Sinergi Komunitas Tangerang (SKT) bersama Karang Taruna RW 07, Karanganyar | Sumber: Arsip

Tangerang, PUSATBERITA – Sinergi Komunitas Tangerang (SKT) bersama Karang Taruna RW 07, Karanganyar gelar Diskusi Publik & Buka Bersama dengan mengangkat tema “Islam dan Kebangsaan” yang berlokasi di Taman Pendora Perumahan Angkasa Pura II Kel. Karanganyar, Kec. Neglasari Kota Tangerang pada Sabtu (15/3) 2025.

Diskusi Publik tersebut mengundang Arif Wibowo selalu Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Garry Vebrian sebagai Akademisi, Liani Febrianti Ketua Umum Pergerakan Sarinah Kota Tangerang dan Indri Damayanthi selaku Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Tangerang untuk memberi pendapatnya terkait relasi agama dengan kebangsaan, serta menunjukkan pentingnya diskusi publik untuk menjaga persatuan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia, Arief Syarifuddin Amindar bahwa, kegiatan ini bisa menjadi sarana pemuda untuk mencurahkan isi pikiran dan pengetahuan di tengah gempuran gadget yang membuat anak muda itu malas. “Dengan membuat kegiatan ini bisa (pemuda) bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Arif dalam sambutannya.

Selanjutnya, Ketua RW 07 Kelurahan Karanganyar Rayan Ismail menjelaskan, adanya kegiatan ini bermula semangat pemuda di daerah tersebut menginginkan diadakan agenda diskusi publik atas keprihatinan melihat korupsi di Pemerintahan Indonesia semakin marak.

“Iya teman-teman melihat korupsi di pemerintahan ini seperti pisang goreng, korupsi disana sini. Itu kenapa (agenda) Islam dan Kebangsaan kita angkat sebagai tema,” kata Rayan ketika diwawancarai. Dia juga menyampaikan tema ini perlu diangkat sebagai informasi bahwa Islam adalah agama Rahmatan Lil’alamin yang tentu ketika dikaitkan kasus korupsi bahwa Islam jelas tidak mengajarkan itu.

Baca Juga :  Pemprov Banten Abai, Truk Tambang Masih Berkeliaran Di Luar Jam Operasional

“Jadi terkait yang korupsi itu orang Islam itu oknumnya bukan ajaran. Maka baiklah kita jalankan (diskusi),” tambah Rayan. Selain itu katanya, pemuda merupakan cikal bakalnya pelopornya perubahan yang positif. Apalagi tercatat terdapat 80 pemuda di komplek yang siap aktif dan berkolaborasi menciptakan kegiatan-kegiatan yang dapat menjamah pemuda Se-Karanganyar, bahkan Se-Kota Tangerang.

“Jelaslah pemuda itu sebuah modal terbesar untuk pergerakan, bagaimana pemuda ini dapat menjadi pelopor perubahan, edukasi, kemajuan dan terkait inovasi-inovasi kegiatan di wilayah,” tegas Rayan. Keyakinan terbesar Rayan terhadap pemuda ialah melahirkan efek bermanfaat kepada lingkungan wilayah.

“Saya yakin nanti pemuda ini bergerak, minimal bisa mengurangi beban sampah yang di rawa kucing (tempat pembuangan akhir) sana. Paling tidak kita aktifkan program pemerintah yakni Bank Sampah. Asalkan kuncinya ialah kemauan untuk bergerak, kemauan mengedukasi ke warga dan memberikan pengetahuan tentang sampah bernilai ekonomis,” tutup Rayan.

Diskusi tersebut dihadiri juga oleh Kapolsek Neglasari, perwakilan Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga), tokoh masyarakat, Karang Taruna Karanganyar, dan masyarakat wilayah Perumahan Angkasa Pura II ikut memeriahkan kegiatan tersebut.


Artikel Lain : Aktifis Belian dan Pelarian Moral

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bank Muamalat dan BMM Salurkan Beasiswa Rp66 Juta untuk Bantuan Pendidikan
PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden
Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi
Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY
KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:04 WIB

Bank Muamalat dan BMM Salurkan Beasiswa Rp66 Juta untuk Bantuan Pendidikan

Jumat, 6 November 2026 - 18:48 WIB

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 12:59 WIB

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Berita Terbaru

Daniel H Nainggolan, Ketua Umum Poros Intelektual Muda (Foto/ist)

Jakarta

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:48 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB