Buntut Aroma Tak Sedap, CV. PPI Digeruduk Masyarakat

- Penulis

Jumat, 11 April 2025 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangerang, PUSATBERITA – Puluhan warga RT 01 dan RT 02 RW 01 Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, melakukan aksi unjuk rasa di depan pabrik CV. PSB Pet Indonesia, Jumat (11/4) 2025.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap pencemaran lingkungan yang diduga bersumber dari limbah hasil produksi pasir kucing yang menggunakan ampas tahu tanpa proses fermentasi.

Limbah cair tersebut diduga langsung dibuang ke saluran air warga, sehingga menimbulkan bau busuk yang sangat menyengat dan mengganggu aktivitas harian, serta dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan ibu hamil.

Thorikarfansyah, pemuda setempat yang juga aktif dalam advokasi lingkungan, menyatakan “bahwa tindakan perusahaan telah melanggar hak dasar warga atas lingkungan hidup yang sehat,” katanya.

Ia melanjutkan bahwa bau yang timbul dari saluran air ini bukan cuma persoalan kenyamanan, akan tetapi merupakan bentuk nyata pencemaran yang melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup.

“Kami tidak meminta, tapi menegaskan bahwa pemulihan dan pertanggungjawaban wajib dilakukan. Negara tak boleh kalah oleh kelalaian korporasi,” ujarnya dalam orasi.

Dalam aksi tersebut, masyarakat membawa seruan berupa poster yang bertuliskan diantaranya “Limbahnya bau ta! Warga pada mual” dan “Akibat bau tak sedap pabrik ini kami segel” serta alat pengeras suara seperti toa.

Baca Juga :  Warga Bojonegara–Puloampel Turun ke Jalan, Protes Macet Akibat Truk Tambang

Tohawi, selaku Binamas Kelurahan Karang Anyar, membenarkan bahwa pihaknya telah memantau aktivitas pabrik tersebut.

“Benar, perusahaan memproduksi pasir kucing dengan bahan ampas tahu, dan kami temukan bahwa tidak ada proses fermentasi. Hal itu bisa menjadi penyebab bau tak sedap yang dikeluhkan warga,” ujarnya.

Masih ditempat serupa, Wiliam selaku owner mengatakan, kami tidak membuang limbah ke aliran warga yang kemudian limbahnya dikumpulkan untuk diambil oleh pengirim ampas tahu.

“Kemungkinan bau yang timbul di sekitaran warga karang anyar akibat penjemuran ampas tahu yang menimbulkan bau yang kurang enak di hirup, kami selaku pemilik usaha akan meminimalisir semaksimal mungkin” ujar Wiliam.

Warga dan pemuda karang anyar berharap kepada pemilik usaha agar cepat meminimalisir bau tak sedap dan dapat menjalankan perjanjian di atas materai yang sudah di sepakati bersama.


Artikel Lain: Kembali Terjadi Suara Bentuman Keras dan Asap Tebal PLTU Suralaya Unit 9-10 Panikan Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi
Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial
BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar
Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper
SEMMI Tangerang Soroti Kantor Satpol PP Tutup di Jam Kerja
Nara JW Law Firm bersama Erawijaya Consultant dan PB PII Gelar Santunan Anak Yatim
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:50 WIB

Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 - 19:55 WIB

Komunitas Family Blue Paradise Gelar Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama, Perkuat Kepedulian Sosial

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:33 WIB

BMM Gelar Penyaluran Program Sembako Pejuang keluarga, Bingkisan Lebaran Ceria di Makassar

Rabu, 18 Maret 2026 - 03:47 WIB

Penampakan Parkir Liar di Area Stasiun Batuceper

Berita Terbaru

Pantauan Udara Gerbang Tol Cikampek Utama (Sumber: Antara).

Nasional

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Selasa, 24 Mar 2026 - 11:55 WIB

Pemudik saat dievakuasi Damkar akibat nyasar Ikuti Google Maps (foto: istimewa).

Daerah

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:25 WIB

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

Sejarah

Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:13 WIB