Diskusi Budaya #3 Ruang Refleksi Hari Jadi Cilegon ke-26

- Penulis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 14:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CILEGON, PUSATBERITA – Suasana hangat dan intim berlangsung di Cafe Luang Persona, (2/5/2025), puluhan peserta larut dalam perbincangan mendalam seputar identitas dan nilai budaya lokal.

Diskusi Budaya #3 yang digelar untuk memperingati Hari Jadi Kota Cilegon ke-26 ini mengangkat tema “Mencatat Peristiwa dan Pergeseran Nilai Budaya”, menghadirkan lintas narasumber dari kalangan ulama, seniman, akademisi, hingga aktivis perempuan.

KH. Nawawi Sahim dan KH. Muktillah memberikan pandangan dari perspektif spiritualitas pesantren, sementara Hj. Heni Antita Susila selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon mengutarakan upaya pemerintah dalam membangun ekosistem Seni dan Budaya.

Seniman Dadang Maskur dan penyair muda M. Rois Reynaldi memperkaya diskusi dengan narasi sejarah dan praktik kesenian di tengah kota industri.

“Cilegon butuh ruang-ruang pertemuan. Tempat menyampaikan pikiran, membedah persoalan sosial, dan merekonstruksi kritik dari masyarakat,” ujar Mang Pram, penggagas Diskusi Budaya sekaligus Direktur Wilip Institute.

Menurutnya, diskusi ini bukan sekadar retorika, tetapi bagian dari upaya membangun masa depan Cilegon yang lebih manusiawi. Ia menyebutkan pentingnya narasi-narasi baru yang membebaskan dan inklusif, terlebih di tengah arus industrialisasi yang kian masif menggusur ruang budaya.

Baca Juga :  Diduga Mark-Up Anggaran Sewa Kantor KCD Tangerang Hampir Rp 300 Juta

Diskusi Budaya merupakan hasil kolaborasi Wilip Institute dan Studio Seni—dua komunitas yang konsisten mendorong literasi budaya di Cilegon. “Kami ingin ini jadi tradisi. Diskusi harus menjadi ruang yang konsisten, lintas perspektif, dan menghargai nilai kemanusiaan budaya,” kata Kang Indra Kusuma, pendiri Studio Seni.

Acara ini juga menjadi panggung alternatif bagi warga untuk merayakan hari jadi kota tanpa kemegahan seremonial. Diiringi suasana ngopi sederhana, peserta terlibat dalam percakapan yang membongkar cara pandang baru terhadap pembangunan kota baja yang kerap abai terhadap warisan budaya.

“Diskusi Budaya #4 akan kami siapkan bertepatan dengan peringatan peristiwa Geger Cilegon. Temanya pasti lebih menarik,” janji Kang Indra di akhir acara.

Diskusi Budaya #3 menjadi penanda bahwa pembangunan tak selalu soal beton dan baja. Ia bisa tumbuh dari obrolan hangat, dari ruang kecil yang menyulut kesadaran kolektif warga untuk kembali merawat ingatan, dan membingkai masa depan Cilegon dengan akar budayanya sendiri.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Pemuda Laporkan Dugaan Pembubaran Ibadah ke Polresta Tangerang
Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah
Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan
BMM Salurkan Air Bersih Pada Warga, Akibat 5 Bulan Kesulitan Dapatkan Air Bersih Karena Dampak El Nino
Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati
Ibadah GKPI Mauk-Sepatan Dibubarkan, Jemaat Diancam Sajam
Cegah DBD, Rapid Indonesia Gelar Fogging di Graha Yadika
Kantor Notaris dan PPAT Anita Rohmah Gandeng Damkar dan Rapid Indonesia Edukasi Keselamatan Kebakaran
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 05:06 WIB

Aliansi Pemuda Laporkan Dugaan Pembubaran Ibadah ke Polresta Tangerang

Senin, 21 September 2026 - 18:25 WIB

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah

Senin, 21 September 2026 - 15:33 WIB

Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

BMM Salurkan Air Bersih Pada Warga, Akibat 5 Bulan Kesulitan Dapatkan Air Bersih Karena Dampak El Nino

Minggu, 20 September 2026 - 20:14 WIB

Tim Kuasa Hukum Dorong Perlindungan Korban dan Ajukan Amicus Curiae dalam Kasus Kekerasan Seksual Santriwati

Berita Terbaru

Ilustrasi Satpol PP Kabupaten Tangerang

Banten

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Diduga Lecehkan Anak Buah

Senin, 21 Sep 2026 - 18:25 WIB