Ucapan Culas Ahmad Sahroni Picu Kegaduhan, Aktivis Angkat Bicara

- Penulis

Senin, 1 September 2025 - 02:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, PUSATBERITA – Aktivis Yukenriusman Hulu mengecam keras pernyataan anggota DPR RI Ahmad Sharoni yang menyebut orang-orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “tolol”.

Pernyataannya menuai gelombang kontra di kalangan masyarakat dan mahasiswa. Menurut Yukenriusman, ucapan Ahmad Sharoni itu tidak pantas diucapkan oleh seorang anggota dewan. Kritik masyarakat justru merupakan bentuk evaluasi terhadap kinerja lembaga legislatif yang dianggap gagal memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia.

“Di negara demokrasi, semua orang berhak menyampaikan kritik terhadap lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Hal itu dilindungi oleh konstitusi, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 28 tentang kebebasan berekspresi dan berpendapat,” tegas Yukenriusman.

Baca Juga :  Introduction to Deng Xiaoping

Ia juga menilai Ahmad Sharoni bersikap tidak bijaksana dalam menyampaikan pernyataan, sehingga memicu kegaduhan di tengah masyarakat dan mahasiswa. “Ucapan seperti itu hanya memperkeruh suasana,” ujarnya saat di wawancarai, Minggu, 31/8/25.

Masyarakat, mahasiswa, dan pelajar pun menyatakan penolakan keras terhadap pernyataan tersebut. Yukenriusman berharap pemerintah ke depan dapat lebih bijak dan cerdas dalam menyikapi persoalan rakyat, bukan justru menambah penderitaan masyarakat.

“Lawan pemerintah yang zalim, lawan sampai menang. Merdeka! Merdeka! Merdeka!” tutup Yukenriusman.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Neofeodalisme dan Demokrasi, Kekuasaan Bukan Warisan Segelintir Orang
Menakar Dua Tahun Prabowo Gibran: Menguji Janji, Membongkar Paradoks Pembangunan, dan Menuntut Koreksi Kebijakan demi Keadilan Rakyat
Nightmare Scenario: Prabowo Mengunci Pusat Kekuasaan
TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi
Tragedi Siswa SD Pemalang: Ketika Sekolah Gagal Melindungi Anak
Potensi Desa, Kamuflase Baru Eksploitasi
‎Eco-Anxiety: Krisis Iklim dan Persoalan HAM
‎Bandung Lautan Api: Prabowo dan Moral Hazard Kekuasaan
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 23:51 WIB

Neofeodalisme dan Demokrasi, Kekuasaan Bukan Warisan Segelintir Orang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:24 WIB

Menakar Dua Tahun Prabowo Gibran: Menguji Janji, Membongkar Paradoks Pembangunan, dan Menuntut Koreksi Kebijakan demi Keadilan Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Nightmare Scenario: Prabowo Mengunci Pusat Kekuasaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 01:20 WIB

TNI, Ruang Sipil, dan Jalan Generasi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Tragedi Siswa SD Pemalang: Ketika Sekolah Gagal Melindungi Anak

Berita Terbaru

Daniel H Nainggolan, Ketua Umum Poros Intelektual Muda (Foto/ist)

Jakarta

PIM Tagih Keseriusan Polri Usut Tuntas Penyadapan Presiden

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:48 WIB

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB