Fenomena “Adili Jokowi”, Ermus: Ekspresi Ketidakpuasan Publik

- Penulis

Kamis, 13 Februari 2025 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(kiri) Ermus Sihombing | (kanan) Cuatan/Serutan/Mural tulisan

(kiri) Ermus Sihombing | (kanan) Cuatan/Serutan/Mural tulisan "Adili Jokowi"

Tangerang, PUSATBERITA – Fenomena tulisan ‘Adili Jokowi’ yang bermunculan akhir-akhir ini terlihat semakin masif di sejumlah kota besar, kali ini terlihat di wilayah Tangerang Provinsi Banten. Tulisan ‘Adili Jokowi’ sudah beredar di tembok bangunan, flyover dan sepanjang ruas jalan Kota.

Fenomena ini telah ditanggapi oleh sejumlah tokoh publik di Indonesia, ada yang mengatakan bahwa aksi tulisan tersebut mengandung vandalis, dan sebagian menuturkan ini merupakan sebuah ekspresi dan hak rakyat.

Hal ini seperti disampaikan Pengamat Politik yaitu Emrus Sihombing, menurutnya tulisan tersebut merupakan media komunikasi dari bentuk ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah Jokowi selama ini.

“Ini bukan vandalis, ini sama halnya seperti mural-mural di tembok. Dalam konteks media komunikasi sah saja dan bahkan ini menjadi hak bersuara. Karena ada pesan yang disampaikan,” ucap Emrus dalam wawancara via telpon, Kamis (13/2).

Baca Juga :  Melebarkan Konsolidasi Pergerakan dengan Sosial Media

Emrus juga menyarankan sebaiknya jangan hanya bertulisan ‘Adili Jokowi’, akan tetapi dikemukakan saja alasan kenapa Jokowi harus diadili, supaya pesan komunikasi ke publik sempurna.

“Iya media komunikasi ini harus berhasil menjadi to educated, artinya dikemukakan saja kemengapa-an Jokowi harus diadili. Karena kita bicara fenomena ini sudah masif hampir di seluruh Indonesia,” lanjut Emrus yang juga merupakan Akademis.

Selain itu, ketika ditanya terkait kausalitas fenomena tersebut. Emrus berpendapat hal ini disebabkan buruknya Jokowi dalam merawat demokrasi, sehingga masyarakat menjadi geram terhadap Jokowi.

“Kalau menurut saya, selain dari buruknya demokrasi di era Jokowi, keluarga Jokowi yang sekarang berkuasa menduduki berbagai jabatan di pemerintahan, dan belum lagi hutang yang terjadi pada era Jokowi begitu banyak,” kata Emrus.


Artikel Lain: Bangunan Tanpa Izin Marak di Sepatan Timur, Pemerintah Didesak Bertindak

Satu tanggapan untuk “Fenomena “Adili Jokowi”, Ermus: Ekspresi Ketidakpuasan Publik”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimpi yang Retak di Tengah Kota
Pesta Babi dan Luka Ekologis Papua
Zaman yang Merayakan Kekeruhan
Ketika Dapur Menjadi Arena Politik Kebudayaan
Pesta Babi dan Upaya Sistematis Membungkam Papua
Aktivis Kampus Mandul Bentangkan Spanduk Penyesalan
Democratic Backsliding: Dari Jokowi, Prabowo, hingga Luka Papua
Demokrasi Tidak Mati Mendadak Tapi Dilemahkan Perlahan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:37 WIB

Mimpi yang Retak di Tengah Kota

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:41 WIB

Zaman yang Merayakan Kekeruhan

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:38 WIB

Ketika Dapur Menjadi Arena Politik Kebudayaan

Rabu, 27 Mei 2026 - 09:33 WIB

Pesta Babi dan Upaya Sistematis Membungkam Papua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:40 WIB

Aktivis Kampus Mandul Bentangkan Spanduk Penyesalan

Berita Terbaru

Foto/Abdul Hakim.

Opini

Mimpi yang Retak di Tengah Kota

Kamis, 11 Jun 2026 - 11:37 WIB

Koordinator umum jaringan Transparansi Indonesia, Muttaqien. (Doc. Ist/PB)

Daerah

Dugaan Gratifikasi WTP BPK di Lampung Harus Diungkap

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:14 WIB