Mencari Kandidat Kaporli di Era Post-Truth

- Penulis

Minggu, 14 September 2025 - 17:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Emrus Sihombing | Komunikolog Indonesia (Foto: Istimewa)


Dunia saat ini berada di “abad” komunikasi yang sangat cepat dengan teknologi komunikasi canggih. Karena itu, kita telah berada di era post-truth. Masa ini, fakta objektif punya pengaruh lebih kecil dari pada pesan emosi dan keyakinan pribadi membentuk opini publik. Kebenaran dan keadilan menjadi relatif atau hasil bentukan pertukaran pesan komunikasi. Tentu ini menjadi tantangan bagi pimpinan instansi pemerintah dan negara di negeri ini, termasuk bagi pimpinan Polri kita ke depan.

Di ruang publik, sejumlah nama perwira tinggi bintang tiga diwacana menjadi sosok Kapolri kita ke depan.

Pertanyaan kritikal, siapakah yang lebih mumpuni salah satu dari sejumlah bintang tiga tersebut menduduki jabatan Kapolri yang bisa mengelola perpolisian di negeri ini dengan profesional di tengah dinamika sosial politik kontemporer ke depan yang terus berubah?

Dalam rangka memosisikan salah satu dari para bintang tiga di Polri menjadi Kapolri, sebaiknya Presiden Prabowo Subianto perlu menelisik lebih seksama kepemimpinan komunikasi dari para bintang tiga yang menjadi kandidat Kapolri ke depan.

Menurut hemat saya, dari aspek kepemimpinan komunikasi, minimal ada 10 (sepuluh) aspek yang sangat perlu digunakan sebagai rujukan pertimbangan khusus bagi Presiden Prabowo Subianto menentukan Kapolri kita pasca kelak berakhirnya masa jabatan Listyo Sigit.

Pertama, sosok yang bersangkutan dapat diterima semua kalangan. Antara lain dari masyarakat sipil, partai politik, politisi, mahasiswa, organisasi buruh, diaspora Indonesia dan masyarakat luas. Menurut saya, setidaknya ada satu orang dari bintang tiga Polri memiliki ini.

Kedua, mempunyai kepemimpinan komunikasi yang humanis dan juga tetap tegas dalam penegakan hukum. Menurut saya, setidaknya ada satu orang dari bintang tiga Polri memiliki kepemimpinan komunikasi yang mumpuni.

Ketiga, mempunyai kedewasaan komunikasi yang sudah teruji di ruang publik. Pandangannya tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Menurut saya, setidaknya ada salah satu dari bintang tiga Polri memiliki kedewasaan komunikasi.

Baca Juga :  Pemangkasan Program Studi Berbasis Kebutuhan Industri: Ancaman Bagi Prodi Ilmu Hukum?

Keempat, memiliki kepemimpinan komunikasi yang mampu membangun kebersamaan antar instansi pemerintah/negara dan antar sesama anak bangsa dalam rangka penegakan hukum dan menjaga kenyamanan serta keamanan setiap WNI. Menurut saya, setidaknya ada salah satu dari bintang tiga Polri memiliki kepemimpinan komunikasi yang handal.

Kelima, tidak pernah bagian dari perseteruan konflik komunikasi politik antar elit politik dan antar partai politik. Menurut saya, setidaknya ada salah satu dari bintang tiga Polri yang tidak bagian konflik tersebut.

Keenam, ilmuan profesional bidang hukum. Setidaknya bergelar S3 hukum dari universitas kredibel di Indonesia. Hal ini penting agar konten yang disampaikan kredibel dari aspek hukum. Menurut saya, setidaknya ada satu orang dari bintang tiga Polri telah menempuh gelar doktor, bahkan bergelar profesor.

Ketujuh, pernah memimpin kepolisian daerah, yaitu Kapolda. Karena itu, ia sudah terbiasa berdialog dengan berbagai lapisan masyarakat. Menurut saya, setidaknya ada salah satu dari bintang tiga Polri pernah menjadi Kapolda.

Kedelapan, pernah menjadi salah satu pimpinan unit di Divisi Humas Mabes Polri. Dengan demikian, ia sudah terbiasa komunikasi internal untuk kerja tim dengan unit lain di Divisi Humas Mabes Polri. Menurut saya, ada salah satu dari bintang tiga Polri pernah berada di posisi tersebut.

Kesembilan, pernah dipercaya sebagai Kepala Divisi Humas Mabes Polri yang masa jabatannya tersebut mampu mengelola komunikasi publik Polri dengan proaktif, profesional dan sangat baik. Menurut saya, setidaknya ada satu orang dari bintang tiga Polri pernah menjabat Kepala Devisi Humas Mabes Polri.

Kesepuluh, gaya komunikasinya mampu mendapat simpati dan merangkul masyarakat luas. Menurut saya, setidaknya ada salah satu dari bintang tiga Polri yang memiliki gaya komunikasi tersebut.

Di bawah kepemimpinan komunikasi dari seorang Kopolri sebagaimana diuraikan di atas, maka kinerja lembaga kepolisian kita ke depan dapat menimbulkan citra positif dari publik kepada lembaga Polri kita. Citra sebagai dampak positif saja.

 

Editor: Topan Bagaskara

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Bandung Lautan Api: Prabowo dan Moral Hazard Kekuasaan
Islam Jangan Hanya Menjadi Identitas: Keislaman Harus Melahirkan Keberanian Melawan Ketidakadilan
Merdeka untuk Siapa? Banten di Tengah Ledakan Inventasi dan Ketimpangan
Ketika Kampus Lupa Mendidik Manusia
Bocor Alus, Jokowi, dan Pesan dari Kacamata Prabowoisme
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Lintasi Indonesia
Haji Agus Salim: Ketika Seorang Diplomat Besar Tak Mampu Beli Kain Kafan
Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:04 WIB

‎Bandung Lautan Api: Prabowo dan Moral Hazard Kekuasaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Islam Jangan Hanya Menjadi Identitas: Keislaman Harus Melahirkan Keberanian Melawan Ketidakadilan

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Merdeka untuk Siapa? Banten di Tengah Ledakan Inventasi dan Ketimpangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ketika Kampus Lupa Mendidik Manusia

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Bocor Alus, Jokowi, dan Pesan dari Kacamata Prabowoisme

Berita Terbaru

Korban tewas penembakan dievakuasi ke UGD RSUD Wamena. (Foto/istimewa)

Papua Pegunungan

Tiga ASN Jayawijaya Tewas Ditembak Sepulang Salurkan Bantuan

Rabu, 9 Sep 2026 - 17:45 WIB