Aktivis dan Warga Terdampak TPA Jatiwaringin Menolak Tegas Impor Sampah Dari Tangerang Selatan

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Aktivis dan Warga Terdampak TPA Jatiwaringin saat Melakukan Orasi


KABUPATEN TANGERANG, PUSAT BERITA-Permintaan dari Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie terkait pembuangan sementara sampah dari wilayahnya ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang ditentang keras oleh Koordinator Aktivis dan Warga Terdampak TPA Jatiwaringin, Aditya Nugeraha.

Menurut Aditya Nugeraha, permintaan tersebut dinilai tidak etis ditengah kondisi TPA Jatiwaringin yang sudah hampir overload atau kelebihan muatan.

“Sampah dari wilayah Kabupaten Tangerang saja belum terangkut semua, bahkan belum dikelola dengan baik di TPA, jika ditambah akan memperparah kondisi pencemaran lingkungan, bahkan warga sekitar,” kata Aditya Nugeraha kepada wartawan pada Rabu, 17 Desember 2025.

Lebih lanjut, dirinya juga menyoroti kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang yang sejak 32 tahun TPA Jatiwaringin berdiri, tidak pernah memberikan perhatian serius kepada masyarakat setempat.

Baca Juga :  Soal Polemik Progam OJT, Kadisnaker Kota Tangerang Buka Suara

“Jangan karena kepentingan daerah lain, nasib warganya (Kabupaten Tangerang) diabaikan,” kata Aditya Nugeraha.

Pihaknya memastikan, bahwa jika Bupati Tangerang menyetujui pembuangan sampah tersebut (Kota Tangerang Selatan) ke TPA Jatiwaringin, pihaknya akan melakukan unjuk rasa besar-besaran untuk menolak keputusan tersebut.

Diketahui, sebelumnya kelompok Aktivis dan Warga terdampak TPA Jatiwaringin telah memberikan pernyataan terkait Proyek Pengolah Sampah Energi Listrik (PSEL) yang merupakan program pemerintah pusat di TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang.

Selain itu, warga dan aktivis yang tergabung, juga melakukan penolakan atas sampah daerah aglomerasi Tangerang Raya untuk dibuang dan diolah ke wilayah TPA Jatiwaringin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Angin Kencang Terjang Rumpin, Puluhan Rumah di Tamansari Rusak
Muswil III SAPMA PP Banten Resmi Dibuka
Aktivis Soroti Dugaan Bisnis Ilegal di Lahan PT Angkasa Pura II
Ayah Pengantin di Jakut Nekat Tusuk Mantan Istri di Momen Pernikahan
Gelar Nobar “Pesta Babi”, SEPETA: Pembangunan Tidak Boleh Rampas Hak Rakyat
IMMT: Dugaan Pungli Terjadi di Objek Wisata Kelapa Dua
Alarm Reformasi dan Demokrasi Mati, Poros Baru Nobar Pesta Babi
BEM UMT Gelar Mimbar Bebas Hari Reformasi: Perjuangan Rakyat Belum Selesai
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 11:00 WIB

Angin Kencang Terjang Rumpin, Puluhan Rumah di Tamansari Rusak

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:30 WIB

Muswil III SAPMA PP Banten Resmi Dibuka

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:29 WIB

Aktivis Soroti Dugaan Bisnis Ilegal di Lahan PT Angkasa Pura II

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:53 WIB

Ayah Pengantin di Jakut Nekat Tusuk Mantan Istri di Momen Pernikahan

Jumat, 22 Mei 2026 - 00:10 WIB

IMMT: Dugaan Pungli Terjadi di Objek Wisata Kelapa Dua

Berita Terbaru

Angin Kencang Terjang Bogor (Foto: Ilustrasi)

Jawa Barat

Angin Kencang Terjang Rumpin, Puluhan Rumah di Tamansari Rusak

Senin, 25 Mei 2026 - 11:00 WIB

Penampilan Debus dalam Opening Ceremony Muswil III SAPMA PP Banten (Foto: Agung/Pusat-Berita)

Banten

Muswil III SAPMA PP Banten Resmi Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:30 WIB

Foto/Ilustrasi

Opini

Aktivis Kampus Mandul Bentangkan Spanduk Penyesalan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:40 WIB