TANGERANG, PUSATBERITA – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM UMT) Gelar Aksi di Depan Kantor Polres Metro Tangerang Kota, pada Selasa (24/2/2026).
Aksi tersebut dimaksud untuk meminta keadilan bagi Arianto, yang menjadi korban dari sikap represif Oknum Kepolisian di Kota Tual, Maluku.
Presiden Mahasiswa BEM UMT, Fajar Anugrah Aberdien mengungkapkan bahwa mereka melakukan aksi adalah bentuk sikap atas kematiannya Arianto, seorang Pelajar di Kota Tual.
“Hari ini, kami BEM UMT melakukan aksi adalah bentuk solidaritas kita atas saudara kita atas nama Arianto Tawakal. Dimana dirinya meninggal dengan ketidakwajaran, dan menurut kami Kepolisian tidak boleh bersikap seperti itu,” ujar Fajar Anugrah, kepada tim Pusat-Berita, saat diwawancarai, Selasa (24/2/2026).
Dirinya menjelaskan bahwa aksi ini adalah bentuk peringatan kepada Kepolisian terlebih khusus Polisi Kota Tangerang agar tidak melakukan tindakan represif.
“Dan hari ini, kami mengingatkan kepada Kepolisian Kota Tangerang khususnya untuk tidak melakukan tindakan represif kepada masyarakat Kota Tangerang,” jelasnya.
Lebih lanjut, BEM UMT berharap untuk Kepolisian Metro Tangerang Kota untuk benar-benar mengevaluasi kinerja kepolisian. Selain itu kami juga agar Kepolisian Metro Tangerang Kota untuk sama-sama kawal kasus Arianto Tawakal hingga selesai.
“Kami meminta agar Kepolisian Metro Tangerang Kota untuk sama-sama mengawal kasus Arianto Tawakal hingga selesai. Karena menurut kami pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan berencana harus dihukum paling lamanya 15 Tahun. Maka kami juga menuntut agar pelaku diberikan sanksi yang setimpal-timpalnya,” tegas Fajar.
Adapun dalam Aksi ini, tuntutan yang dibawakan oleh BEM UMT sebagai berikut:
- Kami meminta kepada Polres Metro Tangerang Kota agar tidak melakukan tindakan represif kepada masyarakat Kota Tangerang.
- Kami meminta Polres Metro Tangerang Kota untuk wajib mengawal isu Arianto Tawakal yang meninggal di Kota Tual, Maluku.
- Kami meminta kepada pihak kepolisian agar adanya transparansi dalam penegakan keadilan di Kota Tangerang.
- Kami meminta Polres Metro Tangerang Kota untuk melakukan transparansi terkait tes urine yang sudah dijalankan dalam satuan Kepolisian Metro Tangerang Kota.
Menutup aksinya, BEM UMT Menegaskan bahwa jika tuntutan yang dilayangkan tidak diindahkan maka akan gelar aksi kembali sebagai Tindak Lanjut dari Aksi yang hari ini, dengan masa aksi lebih banyak lagi.
Kapolres Metro Tangerang Kota Temui Masa Aksi

Dalam aksi tersebut tampak juga kehadiran Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari menemui masa Aksi.
Menanggapi tuntutan yang dilayangkan oleh masa aksi dari BEM UMT, Kapolres Metro Tangerang Kota menegaskan bahwa akan bertanggung jawab penuh terhadap institusi dibawah kepemimpinannya.
“Saya Kapolres Metro Tangerang Kota, bertanggungjawab penuh atas institusi yang saya pimpin terlebih khusus terkait evaluasi kinerja dari anggotanya,” tutur Kapolres Metro Tangerang Kota.
Dirinya juga menegaskan bahwa dirinya siap dicopot dari jabatannya apabila anggotanya melakukan pelanggaran dan penyimpangan dari SOP dimanapun berada.
“Saya siap di copot dari jabatan saya, apabila ada anggota saya yang melakukan penyimpangan atau pelanggaran yang tidak sesuai dengan SOP dimanapun juga,” tegas Kapolres.
Selanjutnya, Kapolres juga menyampaikan bahwa hal tersebut adalah bentuk pertanggungjawaban dirinya atas institusi yang dipimpinnya. Sesuai dengan arahan pimpinan tertinggi.
Kapolres juga jelaskan bahwa sudah ada arahan dari Kapolda Metro Jaya kepada seluruh jajaran terkait penanganan permasalahan yang terjadi.
“Tadi bapak Kapolda Metro Jaya juga sudah memberikan arahan kepada kami terkait arahan penanganan harus seperti apa. Sebagai komitmen penuh terhadap tanggungjawab yang diemban,” tambahnya dengan tegas.
Terkait meninggalnya Arianto, atas nama Kepolisian Republik Indonesia turut berbela sungkawa dan menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Akibat ketidak profesionalan oknum tersebut, kami meminta maaf serta oknum tersebut juga sudah diproses oleh Polda Maluku.
Menutup pernyataan Kapolres Metro Tangerang Kota, dengan tegas bahwa manyampaikan akan tetap terus berbenah dan pastinya akan berkomitmen untuk menjadi Polri yang lebih baik lagi.











