Ratusan masyarakat mengepung Pendopo Bupati Cianjur menagih janji tolak proyek geothermal, Rabu (10/12) 2025 (foto/istimewa).
KABUPATEN CIANJUR, PUSATBERITA – Ratusan masyarakat dari Kabupaten Cianjur, Bogor dan Sukabumi menggelar aksi demonstrasi depan Pendopo Bupati Cianjur pada Rabu (10/12) 2025.
Pantauan reporter Pusat-berita.com, sekitar 200 massa aksi tiba pukul 11:00 WIB dengan membawa berbagai poster dengan bertulisan “Gede Pangrango Bukan Untuk Geothermal”, “Proyek Sengsara Nasional”, dan “Massa Depan Kita Bukan Proyek Mereka”.
Koordinator aksi, Cece mengatakan bahwa aksi ini sebagai momentum memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh masyarakat sipil menuntut Bupati Cianjur, Muhammad Wahyu segera menghentikan proyek geothermal di bawah kaki Gunung Gede.
”Bupati [Cianjur] ini pernah melakukan janji ketika kampanye dengan mengatakan siap melawan Geothermal dengan wisata kita,” ujar Cece saat diwawancarai.

Janji Kampanye Bupati Cianjur Lawan Proyek Geothermal
Sebuah video berdurasi 28 detik yang memuat pernyataan Bupati Cianjur Muhammad Wahyu mengenai penolakan terhadap rencana pemanfaatan panas bumi (geothermal) di kawasan Gunung Gede Pangrango, telah menyebar luas melalui berbagai platform media sosial dan pesan berantai.
Dalam klip berdurasi kurang dari setengah menit itu, Wahyu dengan lantang menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Cianjur akan menanggapi proyek geothermal tersebut dengan cara mengembangkan potensi wisata alam yang dimiliki kawasan tersebut.
“Kita akan melawan geothermal dengan wisata alam kita,” tutur Wahyu dalam video yang kini viral, seraya menambahkan bahwa Gunung Gede menyimpan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.
DPRD Kabupaten Cianjur: Hentikan semua tahapan Geothermal
Lanjut Cece, pihak DPRD sudah mengatakan tahapan, survey dan eksplorasi proyek geothermal harus dihentikan. Namun, di lapangan yang terjadi justru malah perusahaan ini masih terus-menerus melakukan kegiatan tahapan tersebut.
”Mereka [DPRD Kab. Cianjur] hanya sekadar obrolan saja, akan tetapi tidak ada tindakan pengawasan saat lapangan,” tambahnya.

Sehingga kami menuntut, Cece berkata, Bupati Cianjur harus bertindak tegas menangani perusahaan tersebut.
”Apalagi sudah ada janji yang pernah diucapkan oleh Bupati, sekarang kami meminta janji tersebut,” kata Cece.
Perusahaan selalu mencari-cari waktu ketika masyarakat lengah untuk dapat melakukan pematokan atau pengeboran.
Massa Aksi Merangsak Masuk Pendopo Bupati Cianjur
Pada pertengahan aksi, masyarakat mencoba menerobos masuk ke pendopo buntut Bupati tidak kian keluar dari kantornya untuk menemui massa aksi.
Bentrokan fisik terjadi, termasuk aksi saling dorong dan salah satu massa aksi mengalami pemukulan dari aparat keamanan.
”Iya saya dikepung dan pipi saya dipukul [menunjukkan pipi sebelah kanan],” ucap salah satu massa aksi.
Dua Kali Kirim Laporan Pengaduan Tak Kunjung direspon Dedi Mulyadi
Terakhir Cece menegaskan bahwa, tuntutan masyarakat tidak pernah digubris dengan serius oleh Bupati. Menurutnya, akan ada aksi massa dengan gelombang yang lebih besar.
”Bukan hanya untuk Bupati Kabupaten Cianjur, tetapi aksi protes akann jauh lebih tebal di tingkat Gubenur Jawa Barat yakni Dedi Mulyadi,” tegas Cece.
Cece menjelaskan, masyarakat sudah melakukan laporan pengaduan sebanyak dua kali yang dilayangkan kepada Dedi Mulyadi, namun hingga saat ini Dedi Mulyadi belum memberikan tanggapan.
”Belum ada tanggapan atau surat apapun yang dilayangkan dari Dedi Mulyadi terkait masyarakat menolak proyek geothermal,” tutup Cece.











