TANGERANG, PUSATBERITA– Intensitas hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus dan menyebabkan banjir di sejumlah wilayah mulai berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengingatkan adanya potensi peningkatan penyakit menular akibat lingkungan yang lembap dan genangan air, Selasa (20/1/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, menyampaikan bahwa penyakit yang paling berpotensi meningkat pada situasi banjir adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan leptospirosis.
“Pada kondisi hujan berkepanjangan dan banjir, penyakit yang berpotensi meningkat adalah ISPA dan leptospirosis. Saat ini kami sudah mencatat satu kasus baru leptospirosis,” ungkap Dini melalui keterangan tertulis via WhatsApp, Selasa (20/1/2026).
Ia menegaskan, kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak penyakit akibat banjir meliputi anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Menurutnya, kelompok tersebut memiliki risiko lebih tinggi terhadap infeksi akibat daya tahan tubuh yang lebih lemah dan paparan lingkungan yang tidak sehat.
Dalam upaya pencegahan, Dinkes mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama dan setelah banjir. “Saat terjadi banjir, masyarakat diupayakan menggunakan sepatu boot, menjaga anak-anak agar tidak bermain atau berenang di genangan air, serta mencuci tangan dan kaki menggunakan air bersih dan sabun setelah terpapar banjir. Setelah banjir surut, rumah harus dibersihkan menggunakan disinfektan,” jelasnya.
Selain itu, Dini juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan air dan makanan. Masyarakat diminta untuk selalu mengonsumsi air matang yang aman diminum serta mencuci tangan sebelum mengonsumsi makanan guna mencegah penyakit saluran pencernaan dan infeksi lainnya.
Terkait pelayanan kesehatan, Dinkes memastikan kesiapan tenaga medis di lapangan. “Tenaga kesehatan selalu siap memberikan pelayanan. Setiap gejala yang dirasakan masyarakat agar segera dikonsultasikan dengan tenaga medis,” tegasnya.
Dalam menghadapi dampak kesehatan akibat banjir, Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah melakukan langkah konkret berupa mitigasi risiko bencana kesehatan di wilayah-wilayah rawan banjir bersama puskesmas serta lintas sektor terkait.
“Kami juga menyediakan pos kesehatan di wilayah terdampak bencana, berkolaborasi dengan BPBD, baik pos kesehatan yang siaga di lokasi maupun layanan kesehatan mobile untuk memberikan pelayanan langsung kepada warga terdampak,” tutup Kadinkes Kota Tangerang.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyakit akibat cuaca ekstrem, Dinkes memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan dalam kondisi aman dan mencukupi.











