JAKARTA, PUSAT BERITA – Dewan Pengurus Pusat Serdadu Muda Nusantara (DPP SEDARA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Kamis (15/1/2026).
Aksi ini merupakan bentuk desakan keras kepada Mabes Polri untuk segera memeriksa dan menonaktifkan Kombes Pol. Adi Benny Cahyono dari jabatannya sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi.
DPP SEDARA menilai, dugaan keterlibatan Kombes Pol. Adi Benny Cahyono dalam aliran dana sebesar Rp5,2 miliar merupakan persoalan serius yang tidak bisa diabaikan. Nama yang bersangkutan diketahui tercantum dalam putusan pengadilan terkait perkara penipuan dan penggelapan, sehingga menimbulkan pertanyaan besar terkait integritas pejabat kepolisian yang menduduki jabatan strategis.
Dalam rilis resminya, DPP SEDARA mendesak Mabes Polri untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, objektif, dan transparan. Pengusutan dinilai tidak boleh berhenti pada individu semata, melainkan harus menelusuri sumber dana, alur pergerakan uang, tujuan penggunaan, serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Nonaktifkan yang bersangkutan demi menjaga marwah institusi Polri dan memastikan proses hukum berjalan tanpa intervensi. Jabatan Dirlantas adalah posisi vital yang harus diisi oleh sosok berintegritas dan bebas dari dugaan praktik menyimpang,” tegas DPP SEDARA.
Selain itu, DPP SEDARA secara resmi menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kombes Pol. Adi Benny Cahyono sebagai Dirlantas Polda Jambi. Dugaan keterlibatan dalam aliran dana miliaran rupiah dinilai telah mencederai integritas, moralitas, serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
DPP SEDARA menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari kontrol sosial dan komitmen untuk mendorong penegakan hukum yang adil serta tidak tebang pilih. Mereka juga mengingatkan Mabes Polri agar tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut karena berpotensi memperburuk citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.











