PB PII: Agresi Militer AS Ke Iran Picu Konflik Regional Hingga Global

- Penulis

Kamis, 12 Maret 2026 - 01:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar Islam Indonesia (PII) Sikapi Serangan AS dan Israel Terhadap Iran (Foto: Istimewa)

Pelajar Islam Indonesia (PII) Sikapi Serangan AS dan Israel Terhadap Iran (Foto: Istimewa)

JAKARTA, PUSATBERITAPelajar Islam Indonesia (PII) sebagai organisasi kader umat dan bangsa yang berkomitmen menolak hegemoni global serta segala bentuk penindasan struktural, menyatakan sikap tegas atas tindakan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Iran yang berpotensi memicu konflik regional dan instabilitas global. Kamis (12/3/2026).

Ketua Umum PB PII, Kevin Prayoga menegaskan bahwa mengacu kepada Khittah Perjuangan PII pada bagian Garis Kebijakan Terhadap Masalah-Masalah Global

“Bahwa PII sebagai Organisasi tidak hanya fokus pada isu lokal dan nasional saja tapi juga harus terlibat aktif dalam isu global. PII adalah organisasi yang memperjuangkan persamaan hak serta menolak segala bentuk hegemoni sosial, kultural, dan struktural secara global dengan berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam serta proaktif menangani persoalan-persoalan global,” tegas Kevin Prayoga, Kamis (12/3/2026).

Maka dari itu PB PII menilai bahwa:

  1. Tindakan militer sepihak merupakan bentuk hegemoni global yang bertentangan dengan prinsip keadilan internasional serta melanggar semangat penghormatan terhadap kedaulatan negara.
  2. Eskalasi kekuatan bersenjata hanya akan memperpanjang rantai kekerasan dan memperbesar risiko korban sipil yang tidak berdosa.
  3. Dominasi geopolitik dengan pendekatan militeristik merupakan ancaman nyata terhadap perdamaian dunia dan masa depan generasi muda global.
Baca Juga :  PB PII: Kasus Dugaan Kekerasan di Daycare Jogja, Polisi Tak Boleh Lambat Melindungi Hak Anak

Selain itu, Sekretaris Jendral PB PII Imaduddin, mengungkapkan bahwa cukup prihatin atas eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan berpotensi memperluas ketegangan global.

“PB PII menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten pada politik luar negeri bebas aktif dengan mengutamakan perdamaian, mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi, serta memastikan setiap keterlibatan Indonesia dalam forum internasional tetap berpihak pada kemanusiaan dan keadilan,” ujar Imaduddin

Atas dasar itu, PB PII mengambil sikap dengan tegas:

  1. Mengecam keras segala bentuk agresi militer yang memicu instabilitas global.
  2. Menyerukan solidaritas umat Islam dan masyarakat dunia untuk bersatu menolak politik hegemoni dan perang.
  3. Mendesak komunitas internasional untuk menghentikan praktik standar ganda dalam penegakan hukum internasional.
  4. Mendorong Pemerintah Republik Indonesia untuk mengambil posisi tegas dalam forum internasional guna memperjuangkan perdamaian dan keadilan global.

Dengan hal tersebut, Sebagai organisasi pelajar Islam, PII meyakini bahwa keadilan dan perdamaian adalah amanah peradaban. Setiap bentuk penjajahan modern dalam wajah militer, ekonomi, maupun politik harus dilawan dengan kesadaran moral dan solidaritas global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok
‎Jelang Kongres HIKMAHBUDHI, Ananda Tegaskan Gajah Ganesa Bukan Simbol Afiliasi Partai
‎Survei SMRC: Kepuasan terhadap Prabowo Terjun ke 51 Persen
Edy Mulyadi Kaitkan Menhan Dugaan Perlawanan Mafia Sawit
Kejagung Tersangkakan Brigjen Polri Diduga Korupsi Ompreng MBG
Efek Program MBG Guru Hilang Kontrak Hingga Digaji Rp50 Ribu
BIN Waspadai Reformasi Jilid II, Mahasiswa Tetap Turun ke Jalan
Pengamat: Tekanan Ekonomi Semakin Besar di Tengah Naiknya Harga BBM
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:33 WIB

‎SMRC: 42,8 Persen Persepsi Publik terhadap Kondisi Politik Anjlok

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:57 WIB

‎Jelang Kongres HIKMAHBUDHI, Ananda Tegaskan Gajah Ganesa Bukan Simbol Afiliasi Partai

Senin, 27 Juli 2026 - 11:54 WIB

‎Survei SMRC: Kepuasan terhadap Prabowo Terjun ke 51 Persen

Senin, 27 Juli 2026 - 00:58 WIB

Edy Mulyadi Kaitkan Menhan Dugaan Perlawanan Mafia Sawit

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:16 WIB

Kejagung Tersangkakan Brigjen Polri Diduga Korupsi Ompreng MBG

Berita Terbaru