CILEGON, PUSAT-BERITA — Penerus Pejuang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PPPKRI) mendorong industri yang beroperasi di wilayah Pulo Merak agar dapat mengakomodasi tenaga kerja lokal yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki sertifikasi kompetensi.
Ketua PPPKRI Sarmidi menyampaikan, saat ini baru sekitar 30 orang yang tercatat mengikuti pelatihan sertifikasi. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak industri, baik yang telah berkontribusi maupun yang belum.
“Tujuan kami ke depan adalah agar pihak industri yang ada di wilayah kita bisa mengakomodasi tenaga kerja yang sudah tersertifikasi. Harapannya, industri yang belum berkontribusi bisa ikut terlibat, sementara yang sudah berkontribusi dapat lebih mendukung program lanjutan untuk membangun sumber daya manusia,” Ujarnya.
Ia menegaskan, program pelatihan dan sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan sumber daya manusia agar masyarakat lokal memiliki daya saing di dunia kerja.
Selain itu, PPPKRI juga berharap adanya peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung penyerapan tenaga kerja lokal melalui regulasi yang jelas.
“Harapan kami, pemerintah bisa membuat peraturan daerah yang mengatur agar setiap industri yang dibangun di tanah nenek moyang wilayah Kecamatan Pulo Merak dapat menyerap tenaga kerja, khususnya dari Pulo Merak, umumnya dari Kota Cilegon dan Provinsi Banten. Jangan sampai masyarakat hanya merasakan dampak negatifnya saja, sementara dampak positifnya tidak,” tambah nya.
Sementara itu, Direktur CPT Nur Izah Sidiq menjelaskan bahwa program sertifikasi ini terbuka untuk umum dan tidak hanya diperuntukkan bagi organisasi kemasyarakatan.
“Program ini terbuka untuk umum, bisa dari instansi, perusahaan lain, bahkan melalui dinas pendidikan. Banyak pesertanya merupakan lulusan baru yang membutuhkan uji kompetensi. Kami melatih dan membekali mereka dengan keterampilan sesuai minat, misalnya di bidang mesin yang memiliki berbagai jenis sertifikasi,” jelasnya.
Menurutnya, durasi pelatihan bervariasi tergantung jenis sertifikasi yang diikuti. Untuk sertifikasi K3 Umum, pelatihan berlangsung sekitar dua minggu termasuk praktik dan ujian, sementara sertifikasi lainnya rata-rata memakan waktu sekitar satu minggu.
Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara tenaga kerja lokal yang kompeten dengan kebutuhan industri di wilayah Pulo Merak dan sekitarnya.











