TANGERANG, PUSATBERITA – Kebocoran limbah air lindi di TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang, yang mencemari sawah warga, justru membuka tabir persoalan lain, yakni diduga kuat disebabkan oleh kerusakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum diperbaiki, memperparah masalah lingkungan.
Situasi ini menyoroti keterbatasan infrastruktur dan pengelolaan yang krusial. Selain limbah cair, tumpukan sampah juga melepaskan gas beracun, meningkatkan risiko bagi kesehatan warga dan lingkungan sekitar.
Hal tersebut telah dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Wawan Fauzi secara langsung. Dirinya menjelaskan bahwa DLH Kota Tangerang masih memproses IPAL.
”Kondisi TPA memang sedang dalam proses akan dilakukan perbaikan dan sedang dalam proses lelang perbaikan. Pemerintah saat ini juga sedang perencanaan penganggaran,” kata Wawan saat diwawancarai, Senin (2/2) 2026.
Wawan juga menambahkan bahwa saat ini sedang dalam tahapan lelang pekerjaan. Harusnya tahun kemarin, Wawan berkata, akan tetapi karena masalah teknis, jadi tahun ini akan terealisasi.
Lebih lanjut, terkait perbaikan IPAL di TPA Rawa Kucing, Wawan Fauzi mengungkapkan bahwa butuh waktu sekitar 9 bulan. Dimana kalau sesuai perhitungan, ditargetkan bulan Maret tahun 2026.
”Makanya kami juga menargetkan, bulan Februari ini harus ada pemenang lelang perbaikan dan lainnya harus terpenuhi,” ungkapnya.
Fungsi IPAL yang Optimal dan Dampaknya terhadap Kualitas Limbah
Fungsi utama IPAL adalah mengurangi kontaminan dalam air limbah, seperti zat kimia berbahaya, bahan organik, dan mikroorganisme patogen, sebelum udara tersebut dilepaskan ke saluran pembuangan atau lingkungan.
IPAL yang berfungsi dengan baik dapat memastikan bahwa air limbah yang dihasilkan perusahaan sesuai dengan standar kualitas lingkungan. Namun, jika IPAL tidak dirawat dengan baik, berbagai masalah dapat muncul, seperti penyumbatan pada sistem, kerusakan pompa, atau tumpukan lumpur berlebih.
Hal ini bisa menyebabkan air limbah yang keluar dari IPAL masih mengandung zat pencemar berbahaya yang tidak terolah sempurna.
Manfaat Pemeliharaan IPAL Secara Rutin
Melakukan pemeliharaan IPAL secara rutin tidak hanya menjaga kinerja instalasi tetap optimal, tetapi juga dapat membantu mengurangi biaya perbaikan yang besar di masa depan. Pemeliharaan terjadwal meliputi pemeriksaan komponen mekanis, pembersihan filter, serta pemantauan kualitas lumpur dan mikroorganisme dalam sistem biologis pengolahan.
Dengan cara ini, perusahaan dapat mendeteksi potensi masalah sejak dini dan mengambil tindakan pencegahan sebelum masalah tersebut berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.











