Puluhan Massa FORTAB Geruduk PUPR Kota Tangerang, Tuntut Tanggung Jawab Jalan Rusak yang Memakan Korban

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 22:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Massa Aksi Geruduk PUPR Kota Tangerang (Foto: Istimewa)

Massa Aksi Geruduk PUPR Kota Tangerang (Foto: Istimewa)

‎TANGERANG, PUSATBERITA – Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Tangerang Bersatu (FORTAB) menggeruduk Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang. Aksi tersebut menuntut pertanggungjawaban pemerintah daerah atas buruknya kondisi infrastruktur jalan yang dinilai dibiarkan rusak dan membahayakan keselamatan publik. Senin (9/2/2026).

‎Aksi ini dipicu maraknya jalan berlubang di sejumlah titik Kota Tangerang yang telah menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Salah satu insiden terbaru bahkan mengakibatkan seorang pengendara motor terjatuh dan kendaraannya hancur setelah terlindas truk tanah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

‎Koordinator Aksi FORTAB, Fiqri, dalam orasinya menegaskan bahwa kerusakan jalan bukan lagi persoalan teknis semata, melainkan bentuk pembiaran yang berpotensi melanggar hak dasar warga atas keselamatan.

‎“Jalan berlubang ini bukan muncul semalam. Ini akumulasi pembiaran bertahun-tahun. Ketika sudah ada korban kecelakaan, motor hancur terlindas truk, lalu PUPR masih diam, maka ini bukan lagi soal teknis, ini soal tanggung jawab moral dan hukum,” tegas Fiqri.

‎Fiqri juga menyoroti minimnya respons cepat dari PUPR Kota Tangerang, meski keluhan masyarakat telah berulang kali disampaikan melalui berbagai kanal pengaduan.

‎“Kami mempertanyakan fungsi anggaran pemeliharaan jalan. Jangan sampai uang rakyat habis di atas meja rapat, tapi jalan di lapangan berubah jadi jebakan maut,” tambahnya.

‎Sementara itu, orator aksi Thoriq Arfansyah menilai buruknya kualitas jalan mencerminkan lemahnya pengawasan dan rendahnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap keselamatan warga.

Baca Juga :  Batu Bara Tercecer di Jalan Kawasan PLTU Suralaya, Warga Khawatirkan Dampak Lingkungan

‎“Setiap lubang di jalan itu adalah potensi pembunuhan yang dibiarkan. Hari ini motor yang hancur, besok bisa nyawa yang hilang. Jika PUPR menunggu korban jiwa baru bergerak, maka itu bentuk kegagalan total,” ujar Thoriq lantang.

‎Thoriq juga mengkritik aktivitas truk tanah bermuatan berat yang dinilai memperparah kerusakan jalan tanpa pengawasan ketat dari instansi terkait.

‎“Truk-truk tanah bebas melintas, jalan rusak, rakyat yang menanggung risiko. Ini kolaborasi buruk antara pembiaran dan ketidakseriusan penegakan aturan,” katanya.

‎Senada, Heri Kening, salah satu perwakilan massa aksi, menegaskan bahwa PUPR Kota Tangerang tidak bisa terus berlindung di balik alasan prosedur dan keterbatasan anggaran.

‎“Kalau jalan rusak dibiarkan sampai makan korban, lalu PUPR baru sibuk klarifikasi, itu namanya cuci tangan. Keselamatan warga tidak boleh dikalahkan oleh birokrasi,” ujarnya.

‎Dalam tuntutannya, FORTAB mendesak PUPR Kota Tangerang untuk segera melakukan perbaikan permanen pada seluruh ruas jalan rusak, membuka data penggunaan anggaran pemeliharaan jalan, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pejabat yang dinilai lalai menjalankan tugas.

‎Massa aksi menegaskan akan terus melakukan tekanan publik dan aksi lanjutan apabila tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti secara nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi
Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY
KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai
Seni Betawi Semarakkan Hajatan Budaya Batuceper 2026
Benyamin Patondok Motivasi Mahasiswa IAKN Toraja: Bangun Disiplin, Kemandirian, dan Masa Depan Gemilang
Berita ini 42 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 12:59 WIB

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar

Berita Terbaru

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB

Foto: Yoyok/Humas Kemensetneg

Nasional

Skandal Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:19 WIB

Massa dari Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di ruang rapat DPRD DIY, sebagai bentuk protes sekaligus mendesak pemakzulan Gibran, rabu (24/11) siang (Foto/radioelshinta)

Yogyakarta

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:59 WIB