Serang, PUSATBERITA — Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Banten pada Agustus 2025 mencapai 6,69 persen, nyaris tidak berubah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 6,68 persen.
Dari delapan kabupaten/kota di Banten, Kabupaten Pandeglang menjadi daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi yakni 8,80 persen, naik dari 8,09 persen pada Agustus 2024. Sementara Kota Tangerang Selatan tercatat sebagai daerah dengan TPT terendah, hanya 4,13 persen, turun signifikan dari 5,09 persen pada tahun sebelumnya.
Adapun Kabupaten Serang mencatatkan penurunan cukup berarti dari 9,18 persen menjadi 8,73 persen, sementara Kota Cilegon justru mengalami peningkatan dari 6,08 persen menjadi 7,41 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa wilayah lain juga menunjukkan tren beragam:
- Kabupaten Lebak meningkat dari 6,23 persen menjadi 7,30 persen.
- Kota Serang menurun tipis dari 7,12 persen menjadi 6,95 persen.
- Kabupaten Tangerang turun dari 6,06 persen menjadi 5,94 persen.
- Kota Tangerang juga sedikit menurun dari 5,92 persen menjadi 5,88 persen.
Meski secara rata-rata provinsi angkanya relatif stabil, data ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antarwilayah. Kabupaten di bagian barat Banten cenderung memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi dibandingkan kota-kota besar di wilayah Tangerang Raya yang lebih maju secara industri dan jasa.
BPS menilai fluktuasi kecil pada angka TPT ini menggambarkan bahwa pemulihan ekonomi Banten pasca-pandemi masih berlangsung, namun belum merata di seluruh wilayah. Diperlukan strategi yang lebih terarah untuk mendorong penyerapan tenaga kerja, terutama di daerah dengan angka pengangguran tinggi seperti Pandeglang dan Lebak.














