Wakil Bupati Pidie Jaya Diduga Lakukan kekerasan Terhadap Kepala Dapur MBG

- Penulis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Saputra, perwakilan Pemuda Pidie Jaya Anti-Premanisme

Dedi Saputra, perwakilan Pemuda Pidie Jaya Anti-Premanisme

Pidie Jaya, PUSATBERITA — Dua hari menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Aceh di Kabupaten Pidie Jaya, publik kembali digegerkan dengan dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan Wakil Bupati Pidie Jaya terhadap Kepala Dapur MBG Yayasan Pionir di Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng.

Peristiwa tersebut menimbulkan gelombang kekecewaan dari masyarakat, terutama kalangan pemuda, yang menilai bahwa perilaku kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, apalagi dilakukan oleh seorang pejabat publik.

Dedi Saputra, perwakilan Pemuda Pidie Jaya Anti-Premanisme, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut.

“Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan dan tindakan premanisme, terlebih jika dilakukan oleh pejabat publik. Kami menuntut agar pihak penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan kekerasan yang terjadi dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” ujar Dedi, (30/10/2025)

Menurutnya, tindakan seperti itu mencoreng wibawa pemerintahan daerah serta menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat. Ia menegaskan, pemuda Pidie Jaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menolak segala bentuk intimidasi dan kekerasan, baik di ruang publik maupun dalam birokrasi pemerintahan.

“Pemimpin seharusnya menjadi pelindung rakyat, bukan sebaliknya. Bila tindakan seperti ini dibiarkan, maka akan muncul preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan yang beradab,” tambahnya.

Baca Juga :  Dukung Pembentukan PII di Pasangkayu, PW PII Sulteng Gelar Training di Ponpes Ashabul Kahfi

Langkah yang Didesak Publik:

1. Penegakan hukum secara transparan dan adil oleh aparat kepolisian terhadap dugaan kekerasan yang terjadi.

2. Evaluasi etika dan perilaku pejabat publik oleh lembaga berwenang, termasuk lembaga etik pemerintahan daerah.

3. Perlindungan terhadap korban dan saksi agar terhindar dari tekanan atau intimidasi selama proses hukum.

4. Penguatan gerakan moral pemuda anti-premanisme untuk menjaga marwah daerah serta memastikan kepemimpinan yang santun, beretika, dan berkeadilan.

Langkah Hukum yang Didorong:

Penyelidikan dan penyidikan pidana oleh pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 351 KUHP.

Pemanggilan saksi dan korban untuk memberikan keterangan tanpa tekanan.

Penerapan prinsip equality before the law, bahwa tidak ada pihak yang kebal hukum, termasuk pejabat daerah.

Pemeriksaan etik dan moralitas jabatan oleh lembaga pengawasan internal pemerintah daerah dan KASN jika diperlukan.

Pemberian perlindungan hukum bagi korban dan saksi agar proses hukum berjalan objektif dan bebas intervensi.

Dedi Saputra menegaskan bahwa gerakan moral ini bukan bertujuan menyerang individu, melainkan untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan integritas pejabat publik di Kabupaten Pidie Jaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musyawarah Dusun Memanas, Desak Pengembang dan Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Ancaman Banjir
Soroti Kematian Tahanan di Rutan Polda Metro, LKBH PERMAHI Jakarta Selatan Desak Investigasi Transparan dan Menyeluruh
Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini
10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI
Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi
Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan
Takbir Keliling 1447 H Desa Kramat Berlangsung Meriah, Pemuda Tunjukkan Kreativitas
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:03 WIB

Musyawarah Dusun Memanas, Desak Pengembang dan Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Ancaman Banjir

Rabu, 25 Maret 2026 - 17:21 WIB

Soroti Kematian Tahanan di Rutan Polda Metro, LKBH PERMAHI Jakarta Selatan Desak Investigasi Transparan dan Menyeluruh

Senin, 23 Maret 2026 - 09:22 WIB

10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Maret 2026 - 00:04 WIB

Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan

Berita Terbaru

Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) Banten, Abdul Hakim (Foto/Istimewa).

Opini

Negara, Propaganda, dan Publik yang Semakin Kritis

Kamis, 26 Mar 2026 - 16:23 WIB

Foto: Teknologi AI.

Opini

Prabowo Dalam Arus: Paranoid dan Totalitarian

Kamis, 26 Mar 2026 - 16:12 WIB

Foto/istimewa.

Opini

‎Kaum Bohemian Menjelma Hewan Ternak Kekuasaan

Selasa, 24 Mar 2026 - 22:32 WIB