SERANG, PUSATBERITA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang merilis data sementara terkait kejadian bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Serang sepanjang 2 hingga 17 Januari 2026. Tingginya intensitas curah hujan dalam durasi panjang menyebabkan peningkatan debit sungai serta genangan di sejumlah permukiman.
Dalam periode tersebut, BPBD mencatat 129 kejadian bencana di 25 kecamatan dan 72 desa, meliputi banjir, angin puting beliung, tanah longsor, dan genangan air. Sedikitnya 8.597 unit rumah terdampak, terdiri dari 8.415 rumah terendam, 12 rumah rusak berat, serta 44 fasilitas umum turut terimbas.
Bencana juga memaksa 953 jiwa dari 269 kepala keluarga mengungsi, dan BPBD melaporkan dua korban luka-luka akibat angin kencang.
Dokumentasi di lapangan memperlihatkan proses evakuasi warga, distribusi bantuan, serta penanganan darurat yang dilakukan tim BPBD bersama relawan. Pemantauan debit sungai, pendataan kerusakan, dan penyaluran logistik juga terus dilakukan di wilayah terdampak.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Serang resmi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir sejak Minggu malam (18/1). Hingga saat ini, sejumlah wilayah masih terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 5 hingga 80 sentimeter. Total warga terdampak banjir, longsor, dan angin kencang mencapai 32.985 jiwa.
BPBD Kabupaten Serang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga 22 Januari 2026. Pembaruan informasi penanganan bencana disampaikan secara berkala melalui kanal resmi BPBD.











