‎‎Dugaan Limbah di Laut Utara Tangerang Berminyak dan Berlendir

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi: Ist.

KABUPATEN TANGERANG, PUSATBERITA – Buntut adanya dugaan limbah berwarna kuning bertebaran di laut utara Tangerang, masih menimbulkan kekhawatiran bagi nelayan Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Rabu (3/12) 2025.

‎Ketua Peduli Sampah Tanjung Burung, Guntur mengatakan bahwa dugaan limbah tersebut pertama kali terlihat oleh kelompok nelayan yang sedang berlabuh di area muara.

‎Guntur juga meminta sejumlah nelayan mengambil sampel dan diserahkan ke pihak aktivis lingkungan untuk diperiksa kadar dan kualitas cairan tersebut.

‎Berdasarkan informasi yang dituturkan Guntur, dugaan limbah tersebut teksturnya agak berlendir, berwarna kuning, sedikit ada kandungan minyaknya, meski tidak berbau menyengat.

‎”Saya cium tidak bau busuk, cuma seperti ada minyak goreng sedikit aromanya,” ujar Guntur saat dihubungi via WhatsApp Selasa, (2/12) 2025.

Muncul Sepanjang ±8 Kilometer

‎Cemaran yang diduga limbah itu terlihat memanjang dan menyambung diperkirakan sepanjang Tanjung Burung – Tanjung Pasir dengan estimasi panjang mencapai kurang lebih 8 kilometer dengan lebar ukuran bervariasi dalam bentuk gumpalan-gumpalan yang mengambang.

‎“Ada yang cuma selebar 1 meter memanjang, ada juga gumpalan besar sekitar 200 meter,” jelas Guntur yang juga merupakan Penggiat Mangrove.

‎Hingga kini, nelayan belum dapat memastikan asal-usul cairan kuning tersebut, meskipun beberapa dugaan muncul bahwa cemaran dapat berasal dari kebocoran armada laut, pembuangan sengaja, atau aktivitas pengurukan di sekitar kawasan pesisir.

Baca Juga :  Ngopi Kamtibmas Bersama 3 Pilar, Perkuat Sinergitas Masyarakat Benda

‎‎”Kita nggak ngerti apakah ini limbah kelapa sawit, minyak, atau apa. Bisa saja bocoran kapal, atau ada yang sengaja buang. Tapi kita nggak berani menduga-duga,” kata Guntur.

‎Guntur juga sudah melaporkan hal ini kepada pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat. Rencananya akan ada pertemuan langsung dengan aparat desa bersama perwakilan komunitas nelayan untuk membahas persoalan tersebut.

‎“Harapannya ada perhatian dan tindakan dari pemerintah atau Kementerian Lingkungan Hidup. Kita cuma minta ada kepedulian terhadap nelayan” tutupnya.

‎‎Potensi Dampak Ekonomi dan Lingkungan

‎Para nelayan mengaku khawatir karena kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas melaut, serta menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap kerusakan ekosistem laut.

‎Selain merusak ekosistem, insiden ini berpotensi berdampak besar pada sektor penting seperti perikanan, pariwisata, pelayaran, biaya pemulihan lingkungan dan hasil tangkapan laut.

‎”Yang terdampak itu kita-kita di pesisir. Orang bisa geli, takut beli ikan karena kondisi air seperti ini,” kata Guntur.

‎Belum lagi, keberadaan dugaan limbah tersebut bisa mengganggu aktivitas melaut sekaligus memicu penurunan harga ikan di pasaran.

‎”Biasanya dampaknya ke nelayan, hasil tangkapan [ikan] menjadi murah harganya karena banyak orang khawatir makan ikannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan
Imigrasi Polonia Ungkap Dugaan Perusahaan Fiktif dan Pelanggaran Izin Tinggal WN China di Batam
Karhutla Bromo Makin Meluas, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total
Hari Masyarakat Adat Sedunia, SEMMI Tangerang: Pengakuan Masyarakat Adat Belum Tuntas
Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan
Buka Pelantikan dan Rakerwil, Wagub Banten Apresiasi DPW IMMI Banten
Sambut HUT RI ke-81, Pemuda Pondok Pucung Sulap Tembok Kosong Jadi Mural Kemerdekaan
Diskon 81 Persen! Tirta Benteng Buka Pemasangan Baru Air Bersih
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:25 WIB

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Imigrasi Polonia Ungkap Dugaan Perusahaan Fiktif dan Pelanggaran Izin Tinggal WN China di Batam

Minggu, 9 Agustus 2026 - 06:25 WIB

Karhutla Bromo Makin Meluas, Seluruh Akses Wisata Ditutup Total

Minggu, 9 Agustus 2026 - 00:21 WIB

Truk ODOL Marak, Warga Nibung Geram Ancam Turun ke Jalan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:47 WIB

Buka Pelantikan dan Rakerwil, Wagub Banten Apresiasi DPW IMMI Banten

Berita Terbaru

Drone water bombing sedang isi daya untuk padamkan kebakaran bromo, Minggu (9/8/2026) (Foto: Miftahul Huda/Kompas.com).

Nasional

Menhut Ancam Hukum Berat Pelaku Karhutla Gunung Bromo

Senin, 10 Agu 2026 - 05:54 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, pada Ahad, 9 Agustus 2026 (Foto: kehutanan.go.id).

Daerah

Karhutla Bromo Capai 520 Hektare, Water Bombing Dikerahkan

Senin, 10 Agu 2026 - 02:25 WIB

Foto: istimewa.

Nasional

PKS Dukung Reshuffle Kabinet Prabowo Tak Harus dari Partai

Minggu, 9 Agu 2026 - 12:03 WIB