Aksi Protes Dugaan Lippo Grup Terlibat Sengketa Tanah Makassar

- Penulis

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solidaritas Mahasiswa Demokrasi Tangerang

Solidaritas Mahasiswa Demokrasi Tangerang

Mahasiswa desak usut tuntas dugaan keterlibatan anak perusahaan Lippo Grup pada sengketa tanah di Makassar (foto: istimewa).

KABUPATEN TANGERANG, PUSATBERITA – Solidaritas Mahasiswa Demokrasi Tangerang (SMDT) menggelar aksi demonstrasi damai di depan Menara Matahari, kantor pusat Lippo Group, Kabupaten Tangerang, pada hari Jumat, 5 Desember 2025.

Aksi ini mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera mengusut tuntas kasus sengketa lahan di Makassar yang melibatkan PT. GMTD dan mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Jusuf Kalla.

Inti dari tuntutan mahasiswa adalah mendesak pengusutan tuntas keterlibatan PT. Makassar Permata Sulawesi (MPS), yang merupakan anak perusahaan dari Lippo Group. PT. MPS diketahui memiliki saham mayoritas non-publik sebesar 32,5 persen di PT. GMTD, perusahaan yang bersengketa atas lahan tersebut.

Desakan Transparansi dan Penegakan Hukum

Koordinator Aksi, Yanto, dalam orasinya mendesak agar Kepolisian, Kejaksaan, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk segera mengusut tidak hanya sengketa lahan, tetapi juga dugaan keterlibatan pihak-pihak dalam proses eksekusi objek, termasuk mereka yang melindungi kepentingan pihak perusahaan.

“Seluruh prosedur pengusutan harus dilakukan secara transparan dan berdasarkan hukum yang berlaku,” tegas Yanto.

Baca Juga :  Pelantikan HMI Komisariat UCA Siap Cetak Kader Progresif dan Militian

Yanto juga menyoroti perbedaan mendasar antara Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB). Ia secara khusus meragukan keabsahan HPL yang dimiliki oleh perusahaan swasta tersebut, mengingat HPL, menurutnya, sepatutnya hanya dapat dimiliki oleh pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD) yang berorientasi pada kepentingan publik, bukan tujuan komersil.

Lebih lanjut, Yanto menyampaikan bahwa Lippo Group sebagai perusahaan induk memiliki tanggung jawab moral dan hukum. Mahasiswa mendesak Lippo Group untuk segera memberikan pengawasan dan mengambil tindakan tegas terhadap anak perusahaannya, PT. Makassar Permata Sulawesi, agar bertindak sesuai dengan koridor hukum yang berlaku dan menunjukkan itikad baik dalam penyelesaian sengketa ini.

“Kami mendesak Lippo Group untuk tidak menutup mata dan memastikan anak perusahaannya menjunjung tinggi supremasi hukum dalam setiap operasinya,” tutup Yanto.

Aksi yang berlangsung tertib ini merupakan bentuk dorongan dari elemen mahasiswa untuk memastikan keadilan ditegakkan dan hak-hak masyarakat serta kepastian hukum atas tanah dapat dijamin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Gempa M7,7 NTT Tembus 47 Orang, Ratusan Rumah Rusak
Wali Kota Cup II Berhadiah Miliaran, Pengamat Ungkap Aturan PB PGI
Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh Berakhir Ricuh
BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT
Basarnas Evakuasi Tiga Korban Tertimpa Reruntuhan Gempa NTT
Peringatan Tsunami Gempa M7,7 NTT Berakhir
Gempa M7,7 NTT Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores
BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa M7,7 di NTT
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Korban Gempa M7,7 NTT Tembus 47 Orang, Ratusan Rumah Rusak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Wali Kota Cup II Berhadiah Miliaran, Pengamat Ungkap Aturan PB PGI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh Berakhir Ricuh

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:15 WIB

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Basarnas Evakuasi Tiga Korban Tertimpa Reruntuhan Gempa NTT

Berita Terbaru

Warga dievakuasi dari bangunan Hotel Jayakarta yang runtuh akibat gempa bermagnitudo 7,7 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Sabtu (15/8/2026). (REUTERS/Stringer)

Jakarta

Korban Gempa M7,7 NTT Tembus 47 Orang, Ratusan Rumah Rusak

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:00 WIB

Peringatan Hari Damai Aceh ke 21 berakhir ricuh (Foto:Kompas.com)

Aceh

Peringatan 21 Tahun Perdamaian Aceh Berakhir Ricuh

Sabtu, 15 Agu 2026 - 13:15 WIB

Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026. (Basarnas)

Nusa Tenggara Timur

BNPB Imbau Warga Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:15 WIB

Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban dari bangunan yang roboh akibat guncangan gempa bumi di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). (Foto: Kantor SAR Maumere)

Jakarta

Basarnas Evakuasi Tiga Korban Tertimpa Reruntuhan Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:11 WIB