Audit Dana Desa Harus Transparan dan Independen, Ketum PB PII: Jangan Berhenti pada Instruksi Politik

- Penulis

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Kevin Prayoga

Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Kevin Prayoga

JAKARTA, PUSAT-BERITA – Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan audit menyeluruh terhadap Dana Desa merupakan langkah yang patut diapresiasi. Di tengah besarnya alokasi anggaran yang digelontorkan negara, sekitar Rp2 miliar per desa per tahun untuk lebih dari 75 ribu desa, audit menjadi kebutuhan mendesak demi memastikan uang negara benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat desa.

Namun, Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Kevin Prayoga, menegaskan bahwa audit tidak boleh berhenti pada tataran instruksi politik semata. Audit harus dipastikan berjalan secara objektif, transparan, dan berorientasi pada perbaikan tata kelola.

“Pertanyaan mendasarnya, siapa yang mengaudit dan bagaimana integritas serta independensinya dijamin,” ujar Kevin. Menurutnya, tanpa mekanisme pengawasan yang jelas dan akuntabel, audit berpotensi kehilangan makna substantif dan tidak menyentuh akar persoalan pengelolaan anggaran desa.

Isu ini menjadi semakin kompleks ketika dikaitkan dengan kebijakan pencairan Dana Desa yang mensyaratkan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Program yang telah diluncurkan di sekitar 18.000 desa tersebut secara normatif bertujuan mendorong penguatan ekonomi desa. Namun, Kevin mengingatkan adanya risiko besar jika koperasi hanya dijadikan syarat administratif pencairan dana.

“Jangan sampai koperasi dibentuk hanya demi memenuhi syarat birokratis. Jika itu terjadi, maka yang lahir adalah ketergantungan baru yang justru membuka celah penyimpangan,” tegasnya.

Kevin juga menekankan bahwa karena Dana Desa bersumber langsung dari anggaran pusat, maka proses audit dan pengawasannya harus dilakukan secara langsung oleh lembaga pusat yang independen dan profesional. Pengawasan yang terlalu longgar atau diserahkan sepenuhnya ke level bawah berpotensi menciptakan konflik kepentingan dan mengaburkan tanggung jawab negara.

Baca Juga :  PW PII Jawa Barat Soroti Insiden di Bandung: Peringatan atas Ancaman Devaluasi Profesi Gizi dan Keselamatan Pelajar

Lebih jauh, PB PII mendorong keterlibatan publik dalam proses pengawasan Dana Desa. Partisipasi masyarakat desa, organisasi kepemudaan, dan kelompok masyarakat sipil dinilai penting agar audit tidak berjalan secara elitis dan tertutup. Transparansi informasi serta akses publik terhadap hasil audit menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan negara.

Kevin selaku Ketua Umum PB PII berpendapat bahwa audit Dana Desa juga perlu dilakukan secara sistematis dengan melibatkan masyarakat sipil sebagai bagian dari mekanisme transparansi dan kontrol publik. Organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, serta elemen kepemudaan desa dapat dilibatkan melalui forum pemantauan, akses terbuka terhadap laporan audit, dan kanal pengaduan publik yang mudah diakses.

Keterlibatan ini penting agar proses audit tidak hanya menjadi urusan birokrasi tertutup, tetapi benar-benar mencerminkan prinsip akuntabilitas sosial. Dengan partisipasi aktif masyarakat, potensi penyimpangan dapat dideteksi lebih dini, sekaligus mendorong budaya pengelolaan anggaran desa yang jujur, partisipatif, dan berpihak pada kepentingan warga desa.

Pada akhirnya, PB PII memandang audit Dana Desa sebagai momentum penting untuk melakukan reformasi tata kelola pembangunan desa secara menyeluruh. Audit harus diarahkan untuk memastikan anggaran tepat sasaran, memperkuat ekonomi desa secara nyata, serta menutup ruang bagi penyimpangan yang selama ini berulang.

“Jika audit ini hanya berhenti sebagai wacana dan janji manis, maka yang dirugikan adalah negara dan jutaan masyarakat desa yang seharusnya menjadi subjek utama pembangunan,” tutur Kevin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini
10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI
Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan
Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS
Aksi di KPK, GMNI Jakarta Timur Desak Transparansi Penanganan Kasus JICT
PB SEMMI Bagikan Takjil dan Hampers, Serta Apresiasi Polisi Amankan Arus Mudik
SEMMI: Remiliterisasi, Dua Aktivis HAM Dibungkam Negara
SEMMI Jakarta Raya Dukung Operasi Ketupat 2026: Apresiasi Ketegasan BNN dan Polri dalam Memberantas Narkotika Demi Mudik Aman
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:55 WIB

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Senin, 23 Maret 2026 - 09:22 WIB

10 Jenderal Naik Pangkat, Ada Kepala Setpres hingga Dir BAIS TNI

Minggu, 22 Maret 2026 - 00:04 WIB

Momentum Idul Fitri 1447 H, Ketum PB PII Ajak Kader Perkuat Persatuan

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:50 WIB

Aliansi Organda Se-Jakarta Kecam Keras Dugaan Keterlibatan Prajurit TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Senin, 16 Maret 2026 - 21:28 WIB

Aksi di KPK, GMNI Jakarta Timur Desak Transparansi Penanganan Kasus JICT

Berita Terbaru

Pantauan Udara Gerbang Tol Cikampek Utama (Sumber: Antara).

Nasional

Penerapan Sistem One Way Arus Balik Nasional Mulai Hari ini

Selasa, 24 Mar 2026 - 11:55 WIB

Pemudik saat dievakuasi Damkar akibat nyasar Ikuti Google Maps (foto: istimewa).

Daerah

Pemudik Nyasar Ikuti Google Maps Masuk Jalur Irigasi

Minggu, 22 Mar 2026 - 17:25 WIB

Sekolah Radio Telegrafis Udara. (Foto: Dok. Instagram @sejarah_tniau).

Sejarah

Sejarah Sekolah Radio Telegrafis Udara Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 - 14:13 WIB