CILEGON, PUSATBERITA — Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026, menyebabkan tembok penahan tanah (TPT) setinggi sekitar 10 meter ambruk dan menimpa gedung SMP Negeri 15 Cilegon. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di Lingkungan Gerem Kuista, Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol.
Lokasi sekolah diketahui berada di kawasan lereng perbukitan yang sejak lama dikenal rawan longsor. Dugaan sementara, TPT tidak mampu menahan beban tanah yang jenuh air akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi tebing yang curam dengan struktur tanah yang mudah rapuh. Aliran air yang terus menggerus lereng memperparah kondisi, hingga akhirnya material tanah dan beton runtuh dan menimpa bangunan sekolah yang berada tepat di bawahnya.
“Lokasi sekolah ini sangat mengkhawatirkan. Tebingnya rapuh dan air terus mengalir. Kami khawatir ke depan bisa terjadi longsor yang lebih besar,” ujar Arman, warga Gerem, saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.

Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait aspek keselamatan, kelayakan lokasi, serta perencanaan pembangunan fasilitas pendidikan di kawasan rawan bencana. Terlebih, gedung SMP Negeri 15 Cilegon tergolong baru, namun sudah menghadapi risiko struktural yang fatal.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Heni Anita Susila, belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab ambruknya TPT maupun langkah penanganan terhadap aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut.











