KABUPATEN TANGERANG, PUSATBERITA— Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Barahat Sapu Jagat meresmikan Musholla Nurul Jadid dan peletakan batu pertama Asrama Ponpes Barahat Sapu Jagat berlangsung dengan khidmat.
Acara berlangsung di Komplek Ponpes Barahat Sapu Jahat, Kp. Barahat, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, pada Minggu (1/2) 2026.
Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Barahat Sapu Jagat, Muhammad Tatang Royan, menyampaikan rasa syukur peresmian dapat terlaksana dengan lancar dan dalam keadaan sehat. Ia menjelaskan bahwa penamaan pesantren ini mengikuti tradisi pesantren-pesantren besar yang menggunakan nama kampung atau wilayah setempat.
“Barahat merupakan kawasan segitiga yang menghubungkan Desa Cileles, Cikuya, dan Cikareo. Kami berharap nama ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.
Lebih dari itu, Tatang Royan menyampaikan terima kasih kepada para tokoh masyarakat dan perwakilan desa yang hadir mendukung berdirinya pesantren tersebut.
Pada kegiatannya, Yayasan Barahat Sapu Jagat juga menggelar agenda Khitanan Massal dan sekaligus peluncuran Koperasi pesantren sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan berlangsung sederhana, Tatang berkata, namun penuh makna. Dalam pengembangannya, Pondok Pesantren Barahat Sapu Jagat fokus pada wilayah pendidikan ekonomi berbasis kerakyatan.
”Melalui Pondok Pesantren Ekonomi dan koperasi [Sapu Jagad Nusantara], kegiatan pemberdayaan seperti pertanian dan ekonomi produktif akan mulai dibangun di kawasan Cikuya, Cikareo, dan Cileles,” tambah Muhammad Tatang Royan.
Ditempat yang sama, Sardi, Pejabat Sekretariatan DPRD Provinsi Banten Ia menyampaikan dukungan penuh atas berdirinya pondok pesantren ini.
“Pak Kyai [Muhammad Tatang Royan] sudah lama memiliki cita-cita mendirikan pesantren. Hari ini kita bersilaturahmi menyaksikan terwujudnya langkah awal itu. Semoga kita semua saling mendukung,” ucap Sardi.
Sardi selanjutnya berkata, bahwa terkait membuka peluang pemberdayaan pendidikan ekonomi masyarakat bisa diusulkan sebagai aspirasi saat kegiatan masa reses di tanggal 4-13 Februari 2026 mendatang.
Sementara itu, Kepala Desa Cikareo, Abdul Azis, yang turut hadir, menyebut kegiatan ini sebagai momentum baik yang membawa keberkahan.
Atas nama pemerintah desa, Ia menyatakan, dukungan penuh terhadap pembangunan pesantren yang berada di kawasan strategis yang disebut sebagai ‘segitiga emas’.
“Kami berharap keberadaan pesantren ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar dan menjadi pusat pendidikan yang membawa kemaslahatan,” ungkapnya.
Dengan dimulainya pembangunan, masyarakat setempat menaruh harapan besar agar pesantren ini menjadi wadah pembinaan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi yang membawa keberkahan bagi seluruh kawasan Barahat.











