Warga BMR Melakukan Aksi di Ruas Jalan Perbatasan BMR-Minahasa

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masa Aksi Padati Ruas Jalan Perbatasan BMR-Minahasa (Foto: Istimewa)

Masa Aksi Padati Ruas Jalan Perbatasan BMR-Minahasa (Foto: Istimewa)

BOLAANG MONGONDOW, PUSATBERITARatusan masa aksi tergabung dalam ormas adat Laskar Bogani Indonesia menggelar demonstrasi, di jalan perbatasan Bolmong-Minsel tepatnya di desa Mondatong, Kecamatan Poigar, Senin (9/2/2026).

Aksi Demonstrasi ini digelar untuk menuntut percepatan pembentukan Provinsi Bolaang Mongondow Raya (PBMR). Lokasi dipilih sebagai simbol batas wilayah antara BMR dan Minahasa Selatan, sekaligus penegasan tuntutan masyarakat agar BMR berdiri sebagai provinsi sendiri dan terpisah dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Aksi massa berjumlah lebih dari 100 orang ini menyuarakan sejumlah tuntutan penting.

Unjuk rasa ini dikoordinatori langsung oleh Dolfie Paath Manoppo selaku penanggung jawab sekaligus Koordinator lapangan, yang didampingi Robby Mokodongan sebagai Wakil Koordinator Lapangan. Dalam orasinya, Dolfie mengungkapkan bahwa gerakan ini adalah bentuk dari kekecewaan rakyat BMR.

“Aksi kita hari ini adalah bentuk suara kekecewaan rakyat Bolaang Mongondow Raya,” ungkap Dolfie, Senin (9/2/2026).

Selain itu, Dolfie dalam orasinya juga mengatakan bahwa mereka juga meminta Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK), untuk aktif dan serius memperjuangkan percepatan pemekaran PRBMR.

“Aksi ini bukan hanya kepada pemerintah pusat dan provinsi, tuntutan juga diarahkan kepada empat bupati dan satu Wali kota di wilayah BMR agar menunjukkan dukungan nyata terhadap aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Koordinator aksi, menegaskan bahwa unjuk rasa ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat BMR terhadap pemerintah pusat dan daerah yang dinilai belum maksimal mendukung perjuangan pemekaran.

Baca Juga :  PII Jabar Kritik Kemendikdasmen: Pelajar Adalah Subjek Sosial, Bukan Objek yang Dibungkam

“Aspirasi pembentukan Provinsi BMR sudah diperjuangkan selama bertahun-tahun, namun hingga kini belum mendapat kepastian,” tembahnya dengan tegas.

Diketahui bahwa beberapa orator lainnya seperti Parindo Potabuga, Tommy Maringka, Firdaus Mokodompit, dan Moh Amin Laiya tampil dengan suara lantang mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar segera mencabut moratorium pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB).

Lebih lanjut, Massa aksi juga meminta keterlibatan aktif elit politik di DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Sulut, hingga DPRD kabupaten/kota se-BMR untuk memperjuangkan pembentukan provinsi baru tersebut. Namun demikian, aspirasi pemekaran tersebut masih tertahan akibat kebijakan moratorium DOB yang diberlakukan pemerintah pusat.

Dalam pernyataan sikap resmi yang disampaikan dihadapan massa, masyarakat BMR kembali menegaskan bahwa wilayah mereka memiliki landasan historis, sosial, budaya, dan ekonomi yang kuat untuk berdiri sebagai provinsi baru.

  1. Sejak masa kerajaan, BMR dikenal sebagai wilayah yang mandiri dengan struktur sosial yang kokoh dan identitas budaya yang terjaga hingga kini.
  2. BMR dianugerahi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari pertambangan emas, pertanian, perkebunan, perikanan, hingga berbagai potensi ekonomi strategis lain yang selama ini menjadi penopang penting perekonomian Sulut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:22 WIB

Warga BMR Melakukan Aksi di Ruas Jalan Perbatasan BMR-Minahasa

Berita Terbaru

Masa Aksi Padati Ruas Jalan Perbatasan BMR-Minahasa (Foto: Istimewa)

Sulawesi Utara

Warga BMR Melakukan Aksi di Ruas Jalan Perbatasan BMR-Minahasa

Selasa, 10 Feb 2026 - 14:22 WIB

Kebocoran limbah air lindi di TPA Rawa Kucing Kota Tangerang yang mencemari sawah warga (Foto/Tangerangkota.go.id).

Lingkungan

Tak Kunjung Diperbaiki, Sawah Warga Tercemar Akibat IPAL

Selasa, 10 Feb 2026 - 01:22 WIB

Macan Kemayoran dipermalukan di SUGBK (Foto: BolaNet)

Pilihan Redaksi

Singo Edan Cundangi Macan Kemayoran di SUGBK

Senin, 9 Feb 2026 - 21:24 WIB