JAKARTA, PUSATBERITA – Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan PB SEMMI, Muhammad Senanatha, menegaskan bahwa sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari peran umat Islam dan gerakan organisasi Islam yang telah membangun kesadaran kebangsaan sejak masa penjajahan.
Menurut Senanatha, Islam tidak hanya menjadi agama yang dianut mayoritas rakyat Indonesia, tetapi juga menjadi sumber nilai perjuangan melawan kolonialisme, penindasan, dan ketidakadilan.
“Semangat persaudaraan, keadilan, dan kemerdekaan yang diajarkan Islam telah menginspirasi lahirnya berbagai gerakan kebangsaan di Nusantara. Tokoh-tokoh ulama, santri, dan cendekiawan Muslim tampil di garis depan dalam membangkitkan kesadaran rakyat untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa,” ujar Senanatha.
Lebih lanjut, Senanatha menjelaskan bahwa peran penting tersebut tampak nyata melalui lahirnya organisasi Sarekat Islam yang didirikan pada awal abad ke-20. Berawal dari gerakan ekonomi kaum pribumi Muslim, Sarekat Islam berkembang menjadi organisasi massa terbesar pada masanya dan menjadi wadah pendidikan politik rakyat untuk menentang penjajahan Belanda. Organisasi ini berhasil menumbuhkan kesadaran nasional, memperkuat persatuan rakyat, serta melahirkan banyak tokoh pergerakan yang kemudian berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Sarekat Islam merupakan salah satu pelopor kebangkitan nasional yang berhasil mengorganisir rakyat secara luas. Dari organisasi inilah lahir kader-kader bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan dengan semangat keislaman dan kebangsaan secara bersamaan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa tokoh-tokoh Sarekat Islam seperti H.O.S. Tjokroaminoto, Haji Samanhudi, Agus Salim, dan Abdul Muis telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kesadaran politik rakyat serta meletakkan dasar perjuangan menuju Indonesia merdeka.
PB SEMMI memandang bahwa generasi muda harus memahami sejarah secara utuh dan objektif, termasuk kontribusi besar umat Islam dan Sarekat Islam dalam perjalanan bangsa.
Menurutnya, Pemahaman sejarah yang benar akan memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, serta komitmen untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata bagi Indonesia.
“Sebagai organisasi yang lahir dari rahim perjuangan Sarekat Islam, SEMMI memiliki tanggung jawab moral untuk terus merawat nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keadilan sosial sebagaimana diwariskan oleh para pendiri bangsa. Sejarah harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang membangun Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkeadilan,” tutupnya.











