BOLMONG RAYA, PUSATBERITA – Polemik Turnamen Sepak Bola Matali Cup kembali memanas. Sehari setelah protes Bonawang FC mencuat ke publik, Askot/PSSI Kotamobagu kembali menugaskan perangkat pertandingan yang dipersoalkan dalam laga perempat final untuk memimpin semifinal di Stadion Nunuk.
Bonawang FC menyayangkan keputusan tersebut karena hingga kini belum ada tanggapan maupun evaluasi resmi terkait protes atas tiga gol mereka yang dianulir dalam laga perempat final pada Minggu, 14 Juni 2026, di Lapangan Matali.
“Kami sangat menyayangkan sikap panitia. Protes kami belum mendapat respons, sementara perangkat pertandingan yang sama kembali ditugaskan di laga penting. Ini menimbulkan pertanyaan tentang rasa keadilan dalam kompetisi,” ujar Manajer Bonawang FC, Rizaldi Pasi.
Bonawang FC menilai tiga gol yang dianulir dengan alasan offside sebenarnya sah. Mereka mengklaim rekaman video dari berbagai sudut lapangan menunjukkan pemain tidak berada dalam posisi offside saat gol tercipta.
Meski menang 2-1, Bonawang FC mengaku dirugikan dan akan mengajukan keberatan resmi kepada PSSI Sulawesi Utara. Mereka juga mendesak Askot Kotamobagu meninjau ulang rekaman pertandingan dan mengevaluasi kinerja perangkat pertandingan.
“Kami akan menempuh jalur resmi ke PSSI Sulut dan terus menyuarakan persoalan ini agar mendapat perhatian serius,” kata Asisten Manajer Bonawang FC, Ancha.
Sementara itu, Fikli, anggota manajemen Bonawang FC yang juga Ketua DPD IMM Sulawesi Utara, meminta Askot dan PSSI Kotamobagu segera memberikan klarifikasi kepada publik guna menjaga kepercayaan serta prinsip sportivitas dalam kompetisi.
Hingga berita ini diterbitkan, Askot/PSSI Kotamobagu maupun panitia pelaksana Matali Cup belum memberikan keterangan resmi terkait keberatan yang diajukan Bonawang FC.











