MSCI Evaluasi Pasar Saham RI, Marwan Jafar: Momentum Percepat Reformasi Bursa Efek

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:22 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar. Momentum Percepat Reformasi Bursa Efek (Doc. Ist/PB)

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar. Momentum Percepat Reformasi Bursa Efek (Doc. Ist/PB)

JAKARTA, PUSATBERITA – Keputusan MSCI untuk memperpanjang evaluasi status pasar saham Indonesia sebagai emerging market hingga November 2026 dinilai harus disikapi secara positif. Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan momentum penting bagi otoritas keuangan untuk mempercepat reformasi pasar modal demi mewujudkan bursa yang lebih transparan, berkualitas, dan berintegritas.

MSCI masih menyoroti sejumlah aspek krusial di pasar saham Indonesia, mulai dari transparansi kepemilikan saham, kualitas arus informasi, hingga integritas infrastruktur pasar. Perpanjangan masa evaluasi ini memberikan kesempatan bagi pemerintah dan otoritas pasar modal untuk melakukan pembenahan. Namun, di sisi lain, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan ketidakpastian yang dapat memengaruhi arus investasi, stabilitas pasar keuangan, serta kepercayaan investor apabila tidak direspons dengan langkah yang tepat.

“Keputusan MSCI ini jangan dilihat sebagai hambatan, melainkan sebagai cambuk bagi kita semua untuk berbenah. Ini momentum berharga untuk mempercepat reformasi pasar modal secara menyeluruh agar mampu memenuhi standar praktik terbaik internasional,” ujar Marwan Jafar di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu meminta Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia untuk segera mengakselerasi agenda reformasi yang telah dirancang sebelumnya.

Menurutnya, fokus pembenahan harus diarahkan pada peningkatan transparansi struktur kepemilikan saham, penguatan ketentuan porsi saham publik (free float), serta penyempurnaan sistem pelaporan transaksi. Ia juga menekankan pentingnya penyampaian capaian reformasi secara berkala kepada publik dan investor.

Baca Juga :  Sengketa Pembayaran Hotel Umrah, Kuasa Hukum Siapkan Laporan terhadap Direktur Munira World

“Perkembangan reformasi harus dapat diukur secara objektif dan transparan sebelum evaluasi akhir MSCI pada November 2026. Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola business as usual,” tegasnya.

Marwan menambahkan, Komisi XI DPR RI berkomitmen mengawal isu strategis tersebut. Dalam waktu dekat, Komisi XI bersama OJK dan Kementerian Keuangan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kerangka regulasi pasar modal Indonesia guna memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan pasar dan standar global.

Evaluasi tersebut, lanjutnya, perlu menitikberatkan pada efektivitas keterbukaan informasi (disclosure), penguatan tata kelola emiten (corporate governance), pengetatan pengawasan terhadap praktik manipulasi pasar (market manipulation), serta harmonisasi regulasi dengan perkembangan ekosistem keuangan global.

“Pasar modal merupakan salah satu pilar utama yang menopang kepercayaan investasi di Indonesia. Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi praktik manipulasi yang merugikan investor, khususnya investor ritel domestik. Kepercayaan investor adalah aset yang sangat berharga. Komisi XI akan memastikan regulasi pasar modal memiliki kekuatan yang cukup untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah dinamika global,” pungkas Marwan Jafar.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!
Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara
Indri Damayanthi: Perempuan Bukan Pelengkap Persatuan
Mahasabha XIII PHDI, Wisnu Bawa Tenaya: Pak Dunia Jangan Mau Diadu Domba, Kita Sama-Sama Jenderal
Wasekjend PB HMI Pertanyakan Dasar Surat Pendidikan Gibran
PW PII Jakarta: Pendidikan Gratis yang Merata atau Hanya Kota-kota Besar Saja
Basudara Aman Rangkul Aktivis Muda Sulut di Jakarta, Dorong Pembangunan Daerah
Komite Perempuan SEPETA Dorong Perlindungan Pekerja Transportasi Online Perempuan
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Sikap Cipayung Plus DKI Jakarta: Evaluasi Dua Tahun Rezim Salah Urus!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Mahasabha XIII PHDI Resmi Ditutup, Cantiasa Usung Visi PHDI sebagai Rumah Besar Umat Hindu Nusantara

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Indri Damayanthi: Perempuan Bukan Pelengkap Persatuan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Mahasabha XIII PHDI, Wisnu Bawa Tenaya: Pak Dunia Jangan Mau Diadu Domba, Kita Sama-Sama Jenderal

Sabtu, 26 September 2026 - 05:03 WIB

Wasekjend PB HMI Pertanyakan Dasar Surat Pendidikan Gibran

Berita Terbaru

Foto/istimewa

Banten

Akses Keadilan dan Advokat Muda Lindungi Hak Masyarakat

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:22 WIB

Ilustrasi alkohol (Foto/Pexels)

Banten

Satpol PP Tangerang Sita 50 Botol Miras dari Warung Jamu

Selasa, 20 Okt 2026 - 23:48 WIB