Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 19:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Tanwir XXXIV IMM di Kota Tangerang (Foto: Istimewa)

Suasana Tanwir XXXIV IMM di Kota Tangerang (Foto: Istimewa)

TANGERANG, PUSATBERITA — Pelaksanaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-XXXIV di Kota Tangerang diwarnai ketegangan dan aksi protes dari sejumlah musyawirin. Situasi memanas setelah sejumlah peserta mempertanyakan agenda sidang pleno, khususnya terkait penetapan waktu dan tuan rumah Muktamar IMM ke-XXI.

Dalam forum tersebut, musyawirin mendesak Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM segera memberikan kepastian mengenai waktu dan tuan rumah Muktamar IMM ke-XXI. Hingga pelaksanaan Tanwir, keputusan mengenai dua hal tersebut disebut belum ditetapkan.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena masa berlaku Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPP IMM dinilai telah melewati batas waktu sebagaimana yang ditentukan dalam ketentuan organisasi. Sejumlah peserta kemudian mempertanyakan alasan belum ditetapkannya waktu dan tuan rumah Muktamar melalui forum Tanwir.

Selain persoalan Muktamar, dinamika juga terjadi terkait status dan hak suara DPD IMM Papua Barat Daya. Sejumlah musyawirin memprotes tidak diakomodasinya suara DPD IMM Papua Barat Daya dengan alasan delegasi atau dasar legitimasi organisasi tidak tercantum dalam Tan­fidz.

Alasan tersebut kemudian dipertanyakan peserta karena SK kepengurusan DPD IMM Papua Barat Daya disebut ditandatangani langsung oleh DPP IMM. Karena itu, musyawirin meminta adanya penjelasan terbuka mengenai dasar keputusan yang membuat suara DPD tersebut tidak diakomodasi dalam Tanwir.

“Kalau SK kepengurusan DPD ditandatangani oleh DPP, maka harus dijelaskan secara transparan mengapa kemudian suara mereka tidak diakomodasi dalam forum Tanwir,” demikian salah satu poin keberatan yang disampaikan dalam forum.

Ketegangan semakin meningkat ketika sejumlah musyawirin meminta agar persoalan tersebut dibahas secara terbuka melalui sidang pleno. Mereka menilai forum Tanwir seharusnya menjadi ruang untuk menyelesaikan berbagai persoalan organisasi secara demokratis, transparan, dan sesuai konstitusi IMM.

Sejumlah musyawirin menilai terdapat berbagai hal yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh pimpinan sidang maupun DPP IMM. Mereka meminta agar setiap keputusan dalam Tanwir memiliki dasar organisasi yang jelas serta tidak menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta.

Baca Juga :  ‎Poros Baru Tangerang Gelar Aksi May Day 2026

“Banyak hal yang janggal dan perlu dijelaskan. Musyawirin berhak mendapatkan transparansi, terutama terkait penetapan waktu dan tuan rumah Muktamar serta persoalan hak suara peserta,” menjadi tuntutan yang mengemuka dalam forum.

Musyawirin juga mendesak agar waktu pelaksanaan Muktamar IMM ke-XXI segera ditetapkan secara jelas melalui forum yang sah, sehingga tidak terjadi kekosongan kepastian mengenai keberlanjutan kepemimpinan organisasi.

Dalam dinamika tersebut, muncul pula desakan keras dari sejumlah musyawirin agar DPP IMM tidak kembali menunda pelaksanaan Muktamar IMM ke-XXI. Mereka menegaskan bahwa Muktamar harus dilaksanakan paling lambat Desember 2026 sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan organisasi dan untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan IMM secara konstitusional.

Apabila hingga batas waktu tersebut DPP IMM tidak juga melaksanakan Muktamar, maka DPD IMM se-Indonesia disebut akan melakukan langkah protes secara kelembagaan kepada Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk penyikapan atas keresahan kader dan pimpinan IMM di daerah yang menginginkan adanya kepastian mengenai agenda pergantian kepemimpinan nasional IMM.

Musyawirin menilai, persoalan waktu pelaksanaan Muktamar tidak boleh terus dibiarkan berlarut-larut. DPP IMM diminta segera memberikan kepastian, transparansi, serta menjelaskan kepada seluruh DPD IMM mengenai tahapan dan waktu pelaksanaan Muktamar IMM ke-XXI.

Ancaman protes ke PP Muhammadiyah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan pelaksanaan Muktamar mulai menjadi perhatian serius di tingkat pimpinan daerah. Para musyawirin berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi secara demokratis sebelum berkembang menjadi konflik kelembagaan yang lebih luas.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Uwung Jaya Gelar Malam Puncak HUT ke-81 RI
Camat Kelapa Dua Ajak Masyarakat Sukseskan Bulan Dana PMI 2026
Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU
SEPETA Tolak Ojol Dikategorikan UMKM, Desak Pemerintah Ratifikasi ILO C193
BEM PTNU Banten Salurkan Air Bersih untuk Warga Pandeglang
Camat Batuceper Hadiri Pengukuhan dan Ta’aruf MUI Batuceper Masa Khidmat 2026-2031
Lewat Women from Rote Island, SEMMI Tangerang Soroti Rape Culture dan Victim Blaming
‎Jakarta Ruang Politik Nasional, SEMMI Tangerang Dukung Masyarakat Pati
Berita ini 61 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 19:52 WIB

Tanwir IMM XXXIV di Kota Tangerang Ricuh, Musyawirin Desak Transparansi Penetapan waktu Muktamar

Rabu, 2 September 2026 - 12:33 WIB

Camat Kelapa Dua Ajak Masyarakat Sukseskan Bulan Dana PMI 2026

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:22 WIB

Konferancab III IPNU-IPPNU Larangan, Teguhkan Regenerasi Pelajar NU

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:58 WIB

SEPETA Tolak Ojol Dikategorikan UMKM, Desak Pemerintah Ratifikasi ILO C193

Kamis, 27 Agustus 2026 - 00:28 WIB

BEM PTNU Banten Salurkan Air Bersih untuk Warga Pandeglang

Berita Terbaru

Kunjungan Kerja KSP ke Kabupaten Buton Utara (Foto: Istimewa)

Sulawesi Tenggara

KSP Temukan Persoalan Program Pemerintah di Buton Utara

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:34 WIB

Tim RAPID usai menjalankan dukungan medical standby pada Wisuda dan Peringatan Satu Dekade Maskanul Huffadz di Menara 165, Jakarta Selatan, Minggu (30/8/2026). Foto/istimewa

Jakarta

RAPID Siagakan Tim Medis di HUT ke-10 Maskanul Huffadz

Rabu, 2 Sep 2026 - 16:11 WIB