Debu Pekat Selimuti Suralaya, Warga Cemas Hirup Fly Ash PLTU 9-10

- Penulis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 00:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pabrik PLTU 9-10 Pulo Merak

Pabrik PLTU 9-10 Pulo Merak

CILEGON, PUSATBERITA – Langit Pulomerak sering kali tampak buram. Bukan karena kabut pagi, melainkan debu keabuan yang berterbangan dari area Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya Unit 9–10.

Debu halus itu berasal dari kolam besar penyimpanan fly ash, sisa hasil pembakaran batu bara yang setiap hari menumpuk di belakang tembok tinggi pembangkit.

Saat angin kencang berembus, abu itu terangkat tinggi, melayang melewati rumah-rumah warga, bahkan masuk ke ruang kelas sekolah dasar dan madrasah di sekitar lokasi.

“Debu-debu itu terbang tinggi keluar kolam besar. Menimpa rumah-rumah, hingga merambah ke sekolah,” ujar seorang warga Lingkungan Pulorida, Kelurahan Lebak Gede, dalam Diskusi Budaya #4 di Cilegon, Jumat (26/9/2025) malam.

Warga khawatir anak-anak mereka belajar di ruang berdebu dan menghirup udara yang tak lagi bersih.

Selama bertahun-tahun, warga mengaku tidak pernah mendapat informasi terbuka mengenai kualitas udara. Tidak ada laporan resmi dari perusahaan, dan perhatian pemerintah daerah pun nyaris tak terasa. Mereka hanya mengandalkan tubuh sendiri untuk menilai keadaan lingkungan.

Ketika batuk dan sesak napas makin sering terjadi, mereka tahu ada yang tak beres. “Kita yang lahir dan besar di sini merasakan kualitas udara semakin buruk. Tidak ada kompensasi dari perusahaan. Apalagi dukungan kesehatan dari pemerintah daerah,” kata seorang warga lainnya.

Baca Juga :  HMI Ciputat Gelar Training Raya 2025: Merumuskan Jalan Indonesia Adil-Makmur

Upaya untuk meminta tanggapan dari pihak pengelola, PT Indonesia Raya Tagana, tidak membuahkan hasil. Pesan singkat yang dikirim kepada salah satu perwakilan perusahaan, Indra, hanya terbaca tanpa balasan.

Kekhawatiran warga bukan tanpa dasar. Laporan Center for Research on Energy and Clean Air (CREA) pada 2023 menyebut, PLTU Suralaya Unit 1–8 menjadi salah satu sumber pencemaran udara paling serius di Banten. Riset itu menunjukkan pelepasan partikel berbahaya seperti PM2.5, nitrogen dioksida, dan sulfur dioksida dalam jumlah besar.

Polutan ini dapat menembus paru-paru dan memicu penyakit kronis hingga kematian dini. CREA memperkirakan, setiap tahun pencemaran dari PLTU Suralaya menyebabkan 1.470 kematian dini dan kerugian ekonomi hingga Rp14,2 triliun.

Namun bagi warga Suralaya dan Lebak Gede, angka itu bukan sekadar statistik. Mereka hidup di antara debu, menyeka meja dan lantai saban hari, menutup rapat jendela sekolah, dan berusaha bernapas sebaik mungkin.

Follow WhatsApp Channel pusat-berita.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi
Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY
KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan
Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar
Apel Pagi Kemenag Kota Tangerang, Kepala Kantor Tekankan Tiga Aspek Kedisiplinan Pegawai
Seni Betawi Semarakkan Hajatan Budaya Batuceper 2026
Benyamin Patondok Motivasi Mahasiswa IAKN Toraja: Bangun Disiplin, Kemandirian, dan Masa Depan Gemilang
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:03 WIB

Relokasi PKL Pasar Anyar, Satpol PP Kota Tangerang Utamakan Dialog dan Solusi

Rabu, 4 November 2026 - 12:59 WIB

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

KMHDI Apresiasi Ketegasan Polri Bongkar Dugaan Penyadapan Presiden: Desak Tiga Tersangka Segera Ditahan

Selasa, 3 November 2026 - 20:31 WIB

Tiga Jenderal di Tetapkan Jadi Tersangka Dalam Kasus Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 16:53 WIB

Dugaan Presiden Disadap Secara Ilegal, Eks Kapolri Masuk Daftar

Berita Terbaru

Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra (foto/istimewa)

Pilihan Redaksi

Mantan Presiden Bisa Diperiksa dalam Kasus Penyadapan

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:10 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Penyadapan Prabowo

Rabu, 4 Nov 2026 - 17:45 WIB

Foto: Yoyok/Humas Kemensetneg

Nasional

Skandal Penyadapan, Prabowo Copot Listyo Sigit

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:19 WIB

Massa dari Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di ruang rapat DPRD DIY, sebagai bentuk protes sekaligus mendesak pemakzulan Gibran, rabu (24/11) siang (Foto/radioelshinta)

Yogyakarta

Desakan Pemakzulan, Foto Gibran Diturunkan di DPRD DIY

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:59 WIB